Lifestyle / Komunitas
Selasa, 03 Maret 2026 | 14:17 WIB
Ilustrasi Umat Islam melaksanakan Salat gerhana berjamaah. [Suara.com/Dian Latifah]

Suara.com - Malam ini, tepatnya pada malam Selasa, 3 Maret 2026 akan terjadi Gerhana Bulan Total (GBT) yang menjadi momentum berharga bagi umat Muslim.

Adapun melalui tuntunan Rasulullah SAW, umat Muslim sangat dianjurkan untuk Salat Gerhana atau Salat Khusuf (untuk gerhana bulan).

Pahala yang didapatkan dari menunaikan Salat Gerhana tak main-main keutamaannya.

Ketika terjadi gerhana, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa karena merupakan momen saat tanda kebesaran Allah SWT nampak dengan jelas di hadapan mereka.

Sehingga, momen Salat Gerhana juga menjadi momen doa bisa mustajab.

Bagi mereka yang tak sempat ke masjid untuk melakukan Salat Gerhana berjamaah, bisa Salat Gerhana di rumah. Berikut tata cara dan bacaan Salat Gerhana.

Tuntunan Salat Gerhana sesuai Rasulullah

Salat Gerhana 3 Maret 2026 Jam Berapa (Freepik)

Melansir NU Online, Syekh Hasan Sulaiman Nuri dan Sayyid Alwi bin Abbas Al-Maliki merangkum beberapa ketentuan Salat Gerhana sebagai berikut.

  • Dua rakaat dan satu ruku tiap rakaatnya 

Berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW yang dirangkum oleh kedua ulama tersebut, Salat Gerhana dilakukan dengan dua rakaat dan satu kali ruku tiap rakaat.

"Kalangan Hanafi mengatakan, Salat Gerhana bulan itu berjumlah dua rakaat dengan satu rukuk pada setiap rakaatnya sebagai salat sunah lain pada lazimnya, dan dikerjakan secara sendiri-sendiri," bunyi tuntunan dalam kitab yang ditulis oleh Syekh Hasan Sulaiman Nuri dan Sayyid Alwi bin Abbas Al-Maliki.

Baca Juga: Salat Gerhana 3 Maret 2026 Jam Berapa? Simak Tata Cara Pelaksanaannya

  • Salat boleh diulang selama gerhana masih berlangsung

Salat Gerhana juga punya keunikan sendiri, yakni mengulang beberapa kali salat dengan dua rakaat.

Salat boleh diulang sepanjang gerhana bulan berlangsung hingga hilang, sebagaimana penjelasan Imam Sayyid Alwi, "Salat itu dilakukan secara berulang-ulang sampai gerhana bulan selesai, lenyap, atau terbit fajar."

  • Membaca bacaan surat dengan lantang

Dianjurkan juga untuk membaca bacaa surat ayat suci dengan lantang, sebagaimana yang tertulis, "Kalangan Maliki menganjurkan salat sunah dua rakaat karena fenomena gerhana bulan dengan bacaan jahar (lantang) dengan sekali rukuk pada setiap kali rakaat seperti salat sunah pada lazimnya."

  • Membaca niat

"Ushalli sunnatal khusuf rak'ataini lillahi ta'ala," adalah lafal niat yang dibaca sebelum menunaikan Salat Gerhana sendiri.

  • Membaca Surat Al Fatihah dengan surat pendek

Ulama juga menganjurkan bahwa Salat Gerhana hanya membaca surat Al Fatihah saja. Namun jika ingin membaca surat tambahan setelah Al Fatihah, dianjurkan untuk membaca surat pendek.

"Kalau seseorang membatasi diri pada bacaan Surat Al-Fatihah saja, maka itu sudah memadai. Tetapi kalau seseorang membatasi diri pada bacaan surat-surat pendek setelah baca Surat Al-Fatihah, maka itu tidak masalah," tulis Syekh Ibnu Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi dalam I’anatut Thalibin.

Load More