Lifestyle / Komunitas
Selasa, 03 Maret 2026 | 15:38 WIB
Umat Islam melaksanakan ibadah Salat Tarawih di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (18/2/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pada Selasa (3/3/2026) malam ini atau saat adzan magrib, umat Islam di Indonesia akan memasuki malam ke-14 Ramadan 1447 H. Dengan begitu, shalat tarawih yang dikerjakan malam ini menjadi bagian dari ibadah malam ke-14 di bulan suci Ramadan yang penuh berkah.

Meski tidak wajib, salat tarawih memiliki kedudukan istimewa di bulan Ramadan. Setiap malamnya diyakini membawa limpahan rahmat dan pahala yang berbeda.

Lalu, apa yang membuat malam ke-14 begitu spesial? Simak penjelasan berikut ini.

Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-14

Umat Islam melaksanakan ibadah Salat Tarawih di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (18/2/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Salah satu penjelasan mengenai keutamaan Tarawih malam ke-14 dapat ditemukan dalam kitab Durratun Nashihin. Kitab yang cukup populer di kalangan pesantren ini memuat berbagai nasihat keagamaan dan motivasi ibadah selama Ramadan.

Latin: Wa fil-lailatir rbi‘ata ‘asyarah j’atil-mal’ikatu yasyhadna lahu annahu qad shallat-tarwh, fal yuhsibuhullhu yaumal-qiymah.

Artinya: "Pada malam keempat belas, malaikat menjadi saksi bahwa dia telah melaksanakan salat Tarawih. Maka Allah tidak akan menghisabnya pada hari kiamat."

Dalam kitab tersebut disebutkan bahwa orang yang menghidupkan malam ke-14 dengan Salat Tarawih akan mendapatkan keutamaan besar. Disebutkan pula bahwa malaikat menjadi saksi atas ibadahnya, dan dia tidak akan menghadapi hisab yang berat pada hari kiamat.

Meski riwayat ini tidak bersumber dari hadis sahih yang kuat, kandungannya kerap dijadikan motivasi spiritual agar umat Islam tetap bersemangat menjaga konsistensi ibadah hingga pertengahan Ramadan. Pesan utamanya sederhana namun mendalam yakni jangan melemah di tengah perjalanan.

Pahala seperti Mendapatkan Lailatul Qadar

Umat Islam melaksanakan ibadah Salat Tarawih di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (18/2/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Selain itu juga disebutkan sebuah riwayat mengenai pahala orang yang menghidupkan malam keempat belas Ramadan dengan salat. Latin: Man shall fil-lailatir rbi‘ati ‘asyrah u‘iya tsawban ka’annahu adraka lailatal-qadr.

Baca Juga: Berapa Liter Beras Zakat Fitrah untuk 1 Orang? Ini Ketentuan Resmi BAZNAS

Artinya: "Barang siapa yang melaksanakan salat pada malam keempat belas, maka dia diberi pahala seakan-akan dia mendapatkan Lailatul Qadar."

Dalam riwayat yang termuat di kitab tersebut disebutkan bahwa pahala orang yang beribadah di malam ke-14 seakan-akan seperti memperoleh malam Lailatul Qadar.

Diketahui Lailatul Qadar sendiri dalam Al-Qur’an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Artinya, pahala ibadah pada malam itu setara dengan kebaikan yang dilakukan selama puluhan tahun.

Memang, secara umum Lailatul Qadar diyakini terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Namun penyebutan pahala besar di malam ke-14 menunjukkan bahwa rahmat Allah SWT tidak hanya terpusat di akhir bulan. Setiap malam Ramadan membuka peluang pahala yang luas bagi siapa pun yang bersungguh-sungguh.

Ungkapan 'seakan-akan mendapatkan Lailatul Qadar' juga bisa dipahami sebagai dorongan spiritual. Allah memberikan kesempatan bagi hamba-Nya untuk meraih keutamaan luar biasa melalui konsistensi dan keikhlasan.

Refleksi di Pertengahan Ramadan

Malam ke-14 sering kali menjadi titik ujian konsistensi. Di awal Ramadan, masjid penuh dan semangat ibadah membara. Namun memasuki pertengahan bulan, sebagian mulai merasa lelah atau kembali sibuk dengan rutinitas pekerjaan.

Load More