- Kilang minyak Saudi Aramco di Ras Tanura diserang drone dan rudal.
- Saudi Aramco merupakan produsen minyak harian terbesar milik Pemerintah Arab Saudi.
- Mayoritas saham dikelola Public Investment Fund dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Suara.com - Kilang minyak milik Saudi Aramco di Ras Tanura dilaporkan menjadi sasaran serangan drone dan rudal pada Senin (2/3/2026).
Serangan drone dan rudal ke Saudi Aramco tersebut dikaitkan dengan ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran.
Ras Tanura sendiri bukan sekadar kilang minyak biasa, kilang Ras Tanura salah satu jantung pemrosesan minyak mentah terbesar di dunia.
Lantas, seberapa besar sebenarnya Saudi Aramco dan siapa sosok di balik kepemilikan perusahaan yang disebut-sebut lebih tajir dari Apple ini?
Mengenal Saudi Aramco
Saudi Aramco yang merupakan singkatan dari Saudi Arabian Oil Company adalah perusahaan minyak dan gas terintegrasi milik pemerintah Arab Saudi.
Perusahaan ini memegang predikat sebagai produsen minyak harian terbesar di dunia dan pemilik cadangan minyak mentah terbukti terbesar, mencapai lebih dari 270 miliar barel.
Berpusat di Dhahran, Aramco mengoperasikan seluruh rantai bisnis migas, antara lain:
- Upstream: Eksplorasi dan produksi minyak mentah di lebih dari 100 ladang minyak dan gas.
- Downstream: Penyulingan, distribusi, hingga pengolahan petrokimia.
- Master Gas System: Jaringan hidrokarbon tunggal terbesar di dunia.
Pada tahun 2024 saja, produksi total minyak Aramco mencapai 12,7 juta barel per hari.
Skala ini menjadikan Aramco sebagai tulang punggung ekonomi Arab Saudi sekaligus penentu harga energi global.
Baca Juga: 5 Rekomendasi TWS Baterai Tahan Lama 2026, Ada yang Awet 56 Jam
Siapa Pemilik Saudi Aramco?
Meski namanya sering berseliweran di bursa saham, Saudi Aramco bukanlah perusahaan swasta murni.
Mayoritas sahamnya, yakni lebih dari 80 persen dikuasai langsung oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui Kementerian Keuangan dan Public Investment Fund (PIF) atau dana abadi negara. Berikut detail kepemilikannya:
- Pemerintah Arab Saudi: Sebagai pemegang kendali penuh dan pengambil kebijakan strategis.
- Public Investment Fund (PIF): Dana investasi yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS).
- Publik: Sekitar 1,5 hingga 2 persen saham Aramco dilepas ke masyarakat umum melalui Initial Public Offering (IPO) terbesar dalam sejarah di bursa Tadawul, Riyadh, pada tahun 2019.
Saat ini, operasional raksasa migas ini dipimpin oleh Amin H. Nasser sebagai Presiden dan CEO dan Yasir Othman Al-Rumayyan sebagai Chairman.
Sejarah Singkat Saudi Aramco
Perlu diketahui, perusahaan ini bermula pada 29 Mei 1933 lewat perjanjian antara pemerintah Saudi dengan Standard Oil of California (Chevron) asal Amerika Serikat.
Awalnya perusahaan ini bernama California-Arabian Standard Oil Company (CASOC), produksi komersial pertamanya dimulai pada 1938.
Nama "Aramco" sendiri merupakan singkatan dari Arabian-American Oil Company.
Namun, perlahan pemerintah Arab Saudi mulai membeli saham perusahaan tersebut hingga akhirnya pada tahun 1980, Kerajaan Arab Saudi mengambil alih 100 persen kepemilikan saham perusahaan tersebut.
Berita Terkait
-
Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
-
10 Panduan Pertolongan Pertama dari Serangan Nuklir untuk Kamu Pahami
-
Kisah Para Sopir Pejabat Iran dan Bagaimana Mossad Melacak Ayatollah Ali Khamenei
-
Deretan Senjata Mematikan Iran, Siap Ratakan Pangkalan AS dan Israel
-
Musuh Dalam Selimut? Israel Dituding Jadi Dalang Utama Serangan ke Kilang Minyak Saudi Aramco
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Gunung Anak Krakatau Menggeliat, Abu Vulkaniknya Mulai Bikin Warga Pulau Sebesi Sesak Napas
-
Gempa Flores Ganggu Layanan Indosat, IM3 dan Tri Masih Dalam Proses Pemulihan
-
Lenovo IdeaPad Slim 3i, Laptop AI Harga Mulai Rp11,7 Juta, Bawa NPU 17 TOPS, dan RAM Upgradable
-
Bikin Matte Seharian! 4 Sunscreen Korea Oil Control untuk Kulit Berminyak
-
IHSG Dibayangi Aksi Jual Saham AI, Perusahaan Outsourcing Justru Bersinar
-
Micellar Water Wardah Pink untuk Kulit Apa? Ini Klaim dan Review Pengguna
-
Jurus Agar Pemerintah Bisa Capai Target Lifting Minyak 610 Bph di 2027
-
Bongkar Pengelolaan Dana Umat, Transparansi Digital Jadi Kunci Perkuat Kepercayaan Publik
-
Usai Habisi Nyawa Anak Sendiri, Ibu di Pamekasan Dibawa ke RSJ
-
AI, Kreator, dan Livestream Jadi Senjata Baru Bisnis, Meta Bidik Pasar Asia Pasifik