Suara.com - Nama Muhammad Suryo mendadak menjadi perbincangan publik setelah kecelakaan yang melibatkan rombongan motor gede Harley Davidson di Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta pada Minggu (1/3/2026).
Insiden itu menewaskan sang istri, Anis Syarifah, serta melukai pengendara sepeda motor lain beserta seorang anak.
Di balik peristiwa tragis itu, publik mulai menyoroti sosok Muhammad Suryo sebagai bos rokok HS sekaligus pendiri Surya Group.
Lantas, seperti apa sebenarnya gurita bisnis yang dibangun pria kelahiran Lampung tersebut? Simak penjelasan berikut ini.
Gurita Bisnis Muhammad Suryo
Muhammad Suryo dikenal sebagai CEO Surya Group Holding Company, perusahaan berbasis di Daerah Istimewa Yogyakarta yang mulai dirintis sekitar 2016 dan berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Perjalanannya disebut tidak instan. Ia memulai usaha dari bisnis air isi ulang, kemudian merambah ke sektor konstruksi dan energi.
Langkah ekspansinya semakin agresif ketika Suryo membangun jaringan perusahaan di berbagai bidang strategis.
Surya Group kini menaungi lini usaha konstruksi, pertambangan pasir dan batu bara, perdagangan minyak dan gas, properti, hingga industri manufaktur rokok.
Berikut penjelasan lebih rinci soal bisnis gurita Muhammad Suryo.
Baca Juga: Istri Meninggal dalam Kecelakaan, Bos Rokok HS Tanggung Biaya Hidup Pengemudi Jupiter MX
1. Rokok HS dan Ekspansi Manufaktur
Salah satu unit bisnis yang paling dikenal publik adalah merek rokok HS. Produk ini diproduksi melalui PT Gisara Tantra Berkarya dengan fasilitas pabrik di Lampung Timur dan Jawa Tengah. Pabrik rokok tersebut mulai beroperasi pada 2024 dengan sekitar 30 buruh linting.
Dalam sejumlah kesempatan, Suryo pernah menyampaikan bahwa pendirian pabrik rokok HS didorong keinginannya membuka lapangan kerja bagi masyarakat yang minim pengalaman kerja. Seiring waktu, kapasitas produksi dan jumlah tenaga kerja pun bertambah.
Promosi rokok HS sempat ramai di media sosial karena menggandeng sejumlah influencer. Hal itu membuat merek lokal ini cepat dikenal terutama di kalangan anak muda.
2. Pilar Konstruksi dan Pertambangan
Selain rokok, sektor konstruksi menjadi tulang punggung Surya Group. Muhammad Suryo juga tercatat sebagai komisaris PT Surya Karya Setiabudi (PT SKS), perusahaan yang berdiri pada 30 Desember 2015.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim