Lifestyle / Male
Rabu, 04 Maret 2026 | 14:19 WIB
Bos Rokok HS, Muhammad Suryo. (Instagram/suryagroup.holding)

Suara.com - Nama Muhammad Suryo mendadak menjadi perbincangan publik setelah kecelakaan yang melibatkan rombongan motor gede Harley Davidson di Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta pada Minggu (1/3/2026).

Insiden itu menewaskan sang istri, Anis Syarifah, serta melukai pengendara sepeda motor lain beserta seorang anak.

Di balik peristiwa tragis itu, publik mulai menyoroti sosok Muhammad Suryo sebagai bos rokok HS sekaligus pendiri Surya Group.

Lantas, seperti apa sebenarnya gurita bisnis yang dibangun pria kelahiran Lampung tersebut? Simak penjelasan berikut ini.

Gurita Bisnis Muhammad Suryo

Muhammad Suryo di Konser ulta ke-42 Slank yang akan digelar di Pantai Mertasari, Denpasar, Bali, Sabtu (27/12/2025). [Instagram]

Muhammad Suryo dikenal sebagai CEO Surya Group Holding Company, perusahaan berbasis di Daerah Istimewa Yogyakarta yang mulai dirintis sekitar 2016 dan berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Perjalanannya disebut tidak instan. Ia memulai usaha dari bisnis air isi ulang, kemudian merambah ke sektor konstruksi dan energi.

Langkah ekspansinya semakin agresif ketika Suryo membangun jaringan perusahaan di berbagai bidang strategis.

Surya Group kini menaungi lini usaha konstruksi, pertambangan pasir dan batu bara, perdagangan minyak dan gas, properti, hingga industri manufaktur rokok.

Berikut penjelasan lebih rinci soal bisnis gurita Muhammad Suryo.

Baca Juga: Istri Meninggal dalam Kecelakaan, Bos Rokok HS Tanggung Biaya Hidup Pengemudi Jupiter MX

1. Rokok HS dan Ekspansi Manufaktur

Salah satu unit bisnis yang paling dikenal publik adalah merek rokok HS. Produk ini diproduksi melalui PT Gisara Tantra Berkarya dengan fasilitas pabrik di Lampung Timur dan Jawa Tengah. Pabrik rokok tersebut mulai beroperasi pada 2024 dengan sekitar 30 buruh linting.

Dalam sejumlah kesempatan, Suryo pernah menyampaikan bahwa pendirian pabrik rokok HS didorong keinginannya membuka lapangan kerja bagi masyarakat yang minim pengalaman kerja. Seiring waktu, kapasitas produksi dan jumlah tenaga kerja pun bertambah.

Promosi rokok HS sempat ramai di media sosial karena menggandeng sejumlah influencer. Hal itu membuat merek lokal ini cepat dikenal terutama di kalangan anak muda.

2. Pilar Konstruksi dan Pertambangan

Selain rokok, sektor konstruksi menjadi tulang punggung Surya Group. Muhammad Suryo juga tercatat sebagai komisaris PT Surya Karya Setiabudi (PT SKS), perusahaan yang berdiri pada 30 Desember 2015.

Load More