- OJK menduga Mirae Asset terlibat manipulasi saham BEBS senilai Rp14,5 triliun.
- Hyeon Joo Park adalah pendiri global Mirae Asset Financial Group Korea.
- Dua petinggi berinisial ASS dan MWK ditetapkan sebagai tersangka utama kasus.
Suara.com - Mirae Asset Sekuritas menuai sorotan usai diduga untung belasan triliunan rupiah setelah melakukan aksi 'goreng saham'. Berikut terdapat penjelasan mengenai siapa pemilik Mirae Asset serta bagaimana perusahaan sekuritas tersebut menancapkan bisnis di Indonesia.
Sebagai informasi, OJK menduga bahwa Mirae Asset Sekuritas mendapat keuntungan hingga Rp14,5 triliun dari aksi manipulasi IPO serta transaksi semu di saham PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS).
Saham itu disebut pernah 'digoreng' hingga meroket 7.000 persen atau 70 kali lipat.
Siapa Pemilik Mirae Asset?
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memiliki hubungan langsung dan merupakan bagian penuh dari Mirae Asset Financial Group yang berbasis di Korea Selatan.
Perusahaan ini beroperasi sebagai cabang jaringan global Mirae Asset Daewoo Group, salah satu konglomerasi keuangan independen terbesar di Asia, yang berfokus pada layanan ritel dan institusi di Indonesia.
Sebagai informasi, Mirae Asset Sekuritas Indonesia merupakan perusahaan sekuritas yang berpusat di Jakarta dan berdiri sejak 1994.
Saat pertama kali berdiri, Mirae Aset Sekuritas memakai nama 'Monas Buana Securities'. Berikut deretan perubahan nama perusahaan:
1994: Monas Buana Securities
2003-2013: eTrading Securities
2013: Daewoo Securities Indonesia
2016: Mirae Asset Sekuritas Indonesia
Baca Juga: IHSG Jeblok 4,57%, Apa yang Bikin Pasar Panik?
Di tingkat global, pemilik serta founder Mirae Asset Financial Group merupakan Hyeon Joo Park.
Ia mendirikan Mirae Asset di Korea Selatan pada 1997. Berkembang pesat, total aset klien grup Mirae tembus 550 miliar dolar AS atau Rp 9.070 triliun pada 2020 lalu.
Mirae Asset memiliki kehadiran global di Australia, Brasil, Kanada, Tiongkok Daratan, Hong Kong, Kolombia, India, Indonesia, Jepang, Korea, Mongolia, Singapura, Inggris Raya, Amerika Serikat, dan Vietnam.
Susunan Manajemen Mirae Asset Sekuritas Indonesia
- Komisaris Utama: Seung Wook Kim
- Komisaris Independen: Uriep Budhi Prasetyo
- Presiden Direktur: Jisang Yoo
- Direktur: Arisandhi Indrodwisatio
- Direktur: Tomi Taufan
Sebagai catatan, penyelidikan OJK tak menyeret founder global atau komisaris, melainkan petinggi Mirae berinisial ASS dan MWK.
Dugaan Kasus Goreng Saham BEBS oleh PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Awalnya Skeptis, Pengalaman Naik MRT dan LRT Ternyata Jauh Lebih Nyaman dari Dugaan
-
Rupiah Tembus Rp17.800, Bank Indonesia Diprediksi Tahan BI-Rate 5,75 Persen di RDG Juli 2026
-
Cinta Menjadi Bara: Sakit Hati, Pria di Kediri Tega Hanguskan Rumah Mantan Istri
-
Vivo X300e Meluncur, Usung Baterai Jumbo 7.200 mAh dan Kamera Zeiss
-
Kenapa Jadi Pepes di KRL Lebih Baik bagi Lingkungan
-
Teka-teki Meninggalnya Dokter Koas UI di Kamar Kos Metro
-
IHSG Lepas Landas! Asing Borong Saham Rp360 Miliar, Target Menuju Level 6.850?
-
Produksi XO, Kitty Season 4 Belum Dapat Lampu Hijau, Berakhir Lewat Film?
-
Hapus Kutukan Blank Spot: Mandat 5G dan Internet Cepat di Tangan Pemenang Seleksi Frekuensi Komdigi
-
Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia