Bisnis / Keuangan
Rabu, 04 Maret 2026 | 17:19 WIB
Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • IHSG ditutup melemah 4,57  persen ke 7.577,06 pada Rabu, 4 Maret 2026, dipicu perang Timur Tengah dan revisi outlook Fitch Ratings.
  • Pelemahan IHSG diikuti depresiasi Rupiah menjadi Rp16.892 per dolar AS, sejalan kenaikan proyeksi harga minyak mentah.
  • Secara teknikal, indikator MACD melebar negatif dan Stochastic RSI mendekati oversold; saham yang bergerak negatif lebih banyak.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026. IHSG merosot 4,57 persen atau turun ke level 7.577,06.

Phintraco Sekuritas dalam risetnya menyebut, tekanan terhadap IHSG terjadi seiring mayoritas indeks bursa Asia yang juga berada di zona merah. Sentimen negatif datang dari meningkatnya intensitas perang di Timur Tengah yang membuat investor global cenderung menghindari aset berisiko.

Selain faktor geopolitik, pasar turut merespons keputusan Fitch Ratings yang merevisi outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, meski peringkat kredit tetap di level BBB.

Revisi tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpastian kebijakan serta kekhawatiran terhadap konsistensi dan kredibilitas bauran kebijakan di tengah pengambilan keputusan yang semakin terpusat.

Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Sejalan dengan tekanan di pasar saham, nilai tukar rupiah juga ditutup melemah di level Rp 16.892 per dolar AS pada Rabu (4/3).

Kekhawatiran pasar terhadap dampak perang berkepanjangan terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi global masih berlanjut. Harga komoditas energi terus menguat, memicu potensi kenaikan inflasi.

Bahkan, Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga minyak mentah dengan alasan adanya potensi gangguan signifikan terhadap suplai dari Timur Tengah serta ekspektasi penurunan persediaan akibat penutupan Selat Hormuz.

Sementara itu, harga emas kembali menguat pada perdagangan Asia (4/3) setelah sebelumnya sempat tertekan oleh penguatan dolar AS. Investor kembali memperhitungkan emas sebagai aset safe haven di tengah meningkatnya konflik AS-Iran dan penguatan tajam dolar.

Secara teknikal, Phintraco mencatat pelebaran histogram negatif pada indikator MACD dan pelemahan Stochastic RSI yang mendekati area oversold. IHSG bahkan sempat turun hingga level 7.486, mendekati 7.481 yang sempat disentuh pada akhir Januari 2026.

Baca Juga: Target Harga BBCA saat Sahamnya Ambles Parah di Bawah Rp6.800

Jika IHSG mampu bertahan di atas area 7.481, terdapat peluang terbentuknya pola double bottom yang bisa membuka ruang rebound. Namun jika tekanan berlanjut, indeks diperkirakan menguji support berikutnya di kisaran 7.350–7.400.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan pada hari ini, sebanyak 50,439 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 29,64 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,24 juta kali.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 61 saham bergerak naik, sedangkan 767 saham mengalami penurunan, dan 130 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, IFSH, SOTS, ITMA, GRPM, EURO, POLU, BRRC, SGRO, KUAS, LMAX, SULI.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, ENZO, DPUM, ELPI, CITY, MMLP, ART, INDO, MSIN, FILM, MPOW.

Load More