- IHSG ditutup melemah 4,57 persen ke 7.577,06 pada Rabu, 4 Maret 2026, dipicu perang Timur Tengah dan revisi outlook Fitch Ratings.
- Pelemahan IHSG diikuti depresiasi Rupiah menjadi Rp16.892 per dolar AS, sejalan kenaikan proyeksi harga minyak mentah.
- Secara teknikal, indikator MACD melebar negatif dan Stochastic RSI mendekati oversold; saham yang bergerak negatif lebih banyak.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026. IHSG merosot 4,57 persen atau turun ke level 7.577,06.
Phintraco Sekuritas dalam risetnya menyebut, tekanan terhadap IHSG terjadi seiring mayoritas indeks bursa Asia yang juga berada di zona merah. Sentimen negatif datang dari meningkatnya intensitas perang di Timur Tengah yang membuat investor global cenderung menghindari aset berisiko.
Selain faktor geopolitik, pasar turut merespons keputusan Fitch Ratings yang merevisi outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, meski peringkat kredit tetap di level BBB.
Revisi tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpastian kebijakan serta kekhawatiran terhadap konsistensi dan kredibilitas bauran kebijakan di tengah pengambilan keputusan yang semakin terpusat.
Sejalan dengan tekanan di pasar saham, nilai tukar rupiah juga ditutup melemah di level Rp 16.892 per dolar AS pada Rabu (4/3).
Kekhawatiran pasar terhadap dampak perang berkepanjangan terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi global masih berlanjut. Harga komoditas energi terus menguat, memicu potensi kenaikan inflasi.
Bahkan, Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga minyak mentah dengan alasan adanya potensi gangguan signifikan terhadap suplai dari Timur Tengah serta ekspektasi penurunan persediaan akibat penutupan Selat Hormuz.
Sementara itu, harga emas kembali menguat pada perdagangan Asia (4/3) setelah sebelumnya sempat tertekan oleh penguatan dolar AS. Investor kembali memperhitungkan emas sebagai aset safe haven di tengah meningkatnya konflik AS-Iran dan penguatan tajam dolar.
Secara teknikal, Phintraco mencatat pelebaran histogram negatif pada indikator MACD dan pelemahan Stochastic RSI yang mendekati area oversold. IHSG bahkan sempat turun hingga level 7.486, mendekati 7.481 yang sempat disentuh pada akhir Januari 2026.
Baca Juga: Target Harga BBCA saat Sahamnya Ambles Parah di Bawah Rp6.800
Jika IHSG mampu bertahan di atas area 7.481, terdapat peluang terbentuknya pola double bottom yang bisa membuka ruang rebound. Namun jika tekanan berlanjut, indeks diperkirakan menguji support berikutnya di kisaran 7.350–7.400.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan pada hari ini, sebanyak 50,439 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 29,64 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,24 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 61 saham bergerak naik, sedangkan 767 saham mengalami penurunan, dan 130 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, IFSH, SOTS, ITMA, GRPM, EURO, POLU, BRRC, SGRO, KUAS, LMAX, SULI.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, ENZO, DPUM, ELPI, CITY, MMLP, ART, INDO, MSIN, FILM, MPOW.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
IHSG Masih 'Dibekukan' MSCI: Apa Kabar Empat Proposal Reformasi BEI?
-
Thailand Akan Bangun Terusan Darat Pesaing Selat Malaka, Belajar dari Selat Hormuz
-
Bulog Siapkan Gudang Baru, 88 Titik Sudah Clear dari Target 100 Lokasi
-
Purbaya di Depan Investor Global: Pertumbuhan RI Tak Hanya Stabil, Tapi Juga Akan Lebih Produktif
-
Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan untuk Kesetaraan Gender
-
Gaduh PPN Jalan Tol, Anak Buah Menkeu Purbaya Bilang Begini
-
Raja Jalan Tol Gugat Hary Tanoe Rp119 T, Emiten CMNP Berkirim Surat ke KY
-
PPN Jalan Tol dan Harga BBM Naik: Mengapa Napas Kelas Menengah RI Semakin Sesak?
-
MKI dan CIGRE Bahas Teknologi HVDC untuk Interkoneksi Listrik Hijau
-
Industri Hulu Migas Perkuat Kontribusi, Dorong Penguatan Kapasitas Nasional