1. Fakir
Fakir adalah orang yang memiliki kemampuan sangat terbatas, baik dari segi harta maupun kondisi fisik. Mereka biasanya hanya memiliki sedikit harta bahkan tidak memilikinya sama sekali, serta sering kali tidak mempunyai pekerjaan atau usaha yang tetap. Meskipun kerap disamakan dengan miskin, fakir sebenarnya berada pada kondisi yang lebih membutuhkan bantuan dibandingkan miskin.
2. Miskin
Miskin merupakan orang yang memiliki penghasilan, tetapi pendapatan tersebut belum mampu mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari. Kondisi ini dapat terjadi karena penghasilan yang rendah, banyaknya tanggungan, atau keterbatasan dalam memperoleh pekerjaan yang memberikan pendapatan layak.
3. Amil
Amil adalah orang yang diberi tugas untuk mengelola zakat. Mereka bertanggung jawab dalam mengumpulkan, mengatur, dan menyalurkan zakat kepada pihak yang berhak menerimanya. Selain itu, amil juga memastikan bahwa penyaluran zakat dilakukan secara tepat dan sesuai ketentuan.
4. Mualaf
Mualaf adalah orang yang baru memeluk Islam dan masih membutuhkan penguatan dalam keimanannya. Pemberian zakat kepada mereka bertujuan untuk meneguhkan hati serta membantu mereka merasakan dukungan dari komunitas Muslim, sehingga keyakinannya terhadap Islam semakin kuat.
5. Riqab
Riqab merujuk pada budak pada masa lalu yang berada dalam kekuasaan majikannya. Zakat diberikan kepada mereka dengan tujuan membantu membebaskan diri dari perbudakan.
6. Gharim
Gharim adalah orang yang memiliki utang dan tidak mampu melunasinya karena kondisi ekonomi yang sulit. Biasanya, utang tersebut muncul akibat pendapatan yang tidak mencukupi atau bahkan karena tidak memiliki sumber penghasilan sama sekali.
7. Fisabilillah
Fisabilillah merujuk kepada orang-orang yang berjuang di jalan Allah, seperti dalam kegiatan dakwah dan jihad. Pada masa lalu, istilah ini sering dikaitkan dengan mereka yang menyebarkan ajaran Islam atau mempertahankan agama.
Dalam konteks saat ini, fisabilillah juga dapat mencakup orang yang berperan dalam kegiatan dakwah, misalnya melalui pengajian atau kegiatan di pondok pesantren.
8. Ibnu Sabil
Ibnu Sabil adalah orang yang sedang melakukan perjalanan untuk tujuan yang baik, tetapi mengalami kehabisan bekal atau biaya di tengah perjalanan. Mereka biasanya merupakan musafir yang melakukan perjalanan untuk mencari nafkah, menuntut ilmu, atau berdakwah.
Baca Juga: Bolehkah Zakat Fitrah untuk Nenek Sendiri? Ini Penjelasan Ulama
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
5 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama dan Waterproof yang Murah
-
5 Cushion Serum untuk Makeup Dewy Natural, Kulit Sehat Bercahaya
-
5 Sabun Mandi untuk Kulit Kering dan Bersisik bagi Pemilik Kulit Sensitif
-
4 Shio Paling Beruntung 23 April 2026, Siap-siap Tajir
-
Bekas Jerawat Tak Kunjung Hilang? Kenali Pendekatan 3 Modes Lasers Treatment ala FTP Clinic
-
Dari Dapur ke Meja Makan: Tips dari Chef Jaga Rasa Tetap Konsisten di Tengah Kesibukan
-
Perjuangan 75 Kartini Penjelajah Pakai Kebaya, Kibarkan Merah Putih Raksasa di Puncak Gunung
-
5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka di Alfamart yang Memutihkan Wajah dan Harganya
-
5 Tinted Sunscreen SPF 50 yang Ringan untuk Mencerahkan Wajah
-
4 Rekomendasi Lulur Mandi Viva dan Daftar Harganya untuk Kulit Lebih Cerah