Lifestyle / Komunitas
Sabtu, 07 Maret 2026 | 13:56 WIB
gejala campak pada bayi/shutterstock

e. Bintik putih di dalam mulut

Tanda lain yang cukup khas dari campak adalah munculnya bintik kecil berwarna putih di bagian dalam pipi atau mulut. Bintik ini dikenal sebagai Koplik spots dan biasanya muncul sebelum ruam di kulit terlihat.

Meskipun ukurannya sangat kecil, keberadaan bintik putih tersebut sering menjadi petunjuk penting bagi tenaga medis untuk mengidentifikasi gejala campak pada bayi sejak tahap awal infeksi.

Komplikasi campak pada bayi

Jika tidak ditangani dengan baik, campak dapat menyebabkan beberapa komplikasi kesehatan yang cukup serius pada bayi.

a. Infeksi telinga

Salah satu komplikasi yang cukup sering terjadi adalah infeksi telinga. Kondisi ini dapat menyebabkan bayi menjadi lebih rewel, sering menangis, atau tampak tidak nyaman ketika berbaring.

Infeksi telinga biasanya terjadi karena virus campak melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga bakteri lebih mudah berkembang di saluran telinga.

b. Pneumonia

Komplikasi lain yang perlu diwaspadai adalah pneumonia atau infeksi paru-paru. Kondisi ini termasuk salah satu komplikasi paling serius pada bayi yang terkena campak.

Baca Juga: Kemenkes Minta Masyarakat Tak Asal Sentuh Bayi Saat Lebaran, Risiko Penularan Campak Tinggi

Pneumonia dapat menyebabkan bayi mengalami napas cepat, sesak napas, hingga penurunan kadar oksigen. Jika kondisi ini terjadi, bayi perlu segera mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

c. Diare dan dehidrasi

Campak juga dapat memicu gangguan pencernaan seperti diare. Jika berlangsung cukup lama, kondisi ini berisiko menyebabkan dehidrasi pada bayi.

Karena itu, orang tua perlu memastikan bayi tetap mendapatkan cairan yang cukup selama masa sakit agar tubuh tidak kekurangan cairan.

Cara menghindari campak

Mencegah campak tentu jauh lebih baik dibanding mengobatinya. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk melindungi bayi dari penyakit ini.

a. Memberikan imunisasi campak

Salah satu cara paling efektif untuk mencegah campak adalah melalui imunisasi. Vaksin campak biasanya diberikan saat bayi berusia sekitar 9 bulan dan dapat memberikan perlindungan terhadap virus penyebab penyakit ini. Dengan vaksinasi, risiko bayi mengalami infeksi campak dapat berkurang secara signifikan.

b. Menjaga kebersihan dan lingkungan

Menjaga kebersihan juga menjadi langkah penting untuk mencegah penularan virus. Orang tua sebaiknya rutin mencuci tangan sebelum menyentuh bayi serta menjaga kebersihan mainan dan perlengkapan bayi. Selain itu, hindari membawa bayi ke tempat yang terlalu ramai ketika sedang terjadi wabah penyakit menular.

c. Menghindari kontak dengan penderita campak

Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular melalui percikan batuk atau bersin. Karena itu, bayi sebaiknya dijauhkan dari orang yang sedang mengalami gejala penyakit tersebut.

Dengan mengenali gejala campak pada bayi sejak dini serta menerapkan langkah pencegahan yang tepat, orang tua dapat membantu melindungi kesehatan bayi dari risiko infeksi yang lebih serius.
 

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Load More