Setelah itu, muncul bintik merah kecil di kulit yang dengan cepat berubah menjadi benjolan berisi cairan. Benjolan ini biasanya terasa sangat gatal dan dapat pecah dengan mudah.
Perbedaan utama dari ruam cacar air adalah bentuknya yang bervariasi. Dalam satu waktu, ruam dapat terlihat dalam beberapa tahap sekaligus, mulai dari bintik merah, lepuhan berisi cairan, hingga luka yang mengering.
Pola penyebaran ruam cacar air juga berbeda. Biasanya ruam muncul terlebih dahulu di dada dan punggung, kemudian menyebar ke wajah, kulit kepala, serta seluruh tubuh.
Tidak seperti campak, cacar air tidak selalu disertai batuk, pilek, atau mata merah. Gejalanya juga cenderung lebih singkat, yaitu sekitar satu minggu hingga luka mengering dan membentuk keropeng.
Perbedaan Pola Ruam Campak dan Cacar
Jika dilihat dari tampilannya, ruam campak dan cacar sebenarnya memiliki karakteristik yang cukup berbeda. Pada campak, ruam biasanya berbentuk bercak merah datar yang dapat saling menyatu. Penyebarannya terjadi secara berurutan dari wajah ke bagian tubuh bawah.
Sementara itu, cacar air memiliki ruam berupa lepuhan berisi cairan yang terasa sangat gatal. Penyebarannya tidak selalu berurutan dan bisa muncul acak di berbagai bagian tubuh.
Selain itu, ruam cacar biasanya mengalami beberapa tahap sekaligus, mulai dari bintik, lepuhan, hingga keropeng.
Campak dan cacar air sama-sama penyakit menular, tetapi cara penularannya memiliki sedikit perbedaan. Campak termasuk penyakit yang sangat mudah menyebar melalui udara.
Baca Juga: Kota Yogyakarta Catat 6 Kasus Positif Campak, Dinkes Sebut Masih Ada Warga Anti Vaksin
Virusnya dapat berpindah melalui percikan air liur atau droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Bahkan, seseorang bisa tertular tanpa harus melakukan kontak langsung dengan penderita.
Sementara itu, cacar air lebih sering menular melalui kontak langsung dengan cairan dari lepuhan ruam. Penularan juga bisa terjadi melalui percikan air liur, tetapi biasanya lebih mudah terjadi jika seseorang menyentuh ruam penderita.
Karena itu, penderita cacar air biasanya dianjurkan untuk menghindari kontak fisik dengan orang lain hingga ruam mengering.
Perbedaan Pengobatan Campak dan Cacar
Meskipun sama-sama disebabkan oleh virus, penanganan campak dan cacar air memiliki beberapa perbedaan. Hingga saat ini, belum ada obat khusus yang dapat membunuh virus penyebab campak.
Oleh karena itu, pengobatan biasanya bertujuan untuk membantu tubuh melawan infeksi dan meredakan gejala yang muncul.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
Terkini
-
Berapa Skor IQ Reza Arap Sebenarnya? Viral Hasil Tes Kecerdasan Marapthon, Bravy Tertinggi
-
Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-18 Ramadan: Ridha Allah untuk Diri dan Kedua Orang Tua
-
Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Medan
-
20 Promo Minyak Goreng dan Daging di Superindo, Cocok untuk Stok Ramadan dan Lebaran
-
Youth Break the Boundaries Umumkan Pemenang Istanbul Youth Summit 2026 di Turki
-
IYS 2026: Program Bergengsi Perkuat Kapasitas Pemuda sebagai Agen Perubahan Global
-
Bayar Zakat Fitrah Lebih Baik dengan Beras atau Uang? Cek Penjelasannya
-
Kenapa Islam Mewajibkan Zakat Fitrah? Pahami Makna Mendalam di Baliknya
-
8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
-
Cara Jamak Sholat Maghrib di Waktu Isya yang Benar Lengkap dengan Bacaan Niat