Lifestyle / Komunitas
Selasa, 10 Maret 2026 | 08:38 WIB
Film Na Wila. (dok. SGM)
Baca 10 detik
  • Visinema Studios merilis film animasi keluarga berjudul Na Willa pada 18 Maret 2026, mengisi kekosongan konten ramah anak di Indonesia.
  • Film ini menampilkan karakter Na Willa, fokus pada eksplorasi dunia anak dan peran keluarga sebagai ruang belajar pertama.
  • Tujuannya adalah menyediakan tontonan relevan bagi keluarga Indonesia dan mendorong produksi cerita anak lebih banyak lagi.

Suara.com - Industri film anak di Indonesia masih terbilang terbatas, padahal kebutuhan akan tontonan yang ramah keluarga terus meningkat. Menjawab kebutuhan tersebut, Visinema Studios menghadirkan film animasi keluarga terbaru berjudul Na Willa, yang dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen libur Lebaran.

Film ini menghadirkan karakter Na Willa, seorang anak Indonesia yang penuh rasa ingin tahu, aktif belajar, dan memiliki imajinasi besar. Melalui kisahnya, penonton diajak melihat dunia dari sudut pandang anak—penuh eksplorasi, pertanyaan, dan mimpi.

Produser Film Na Willa sekaligus Chief of Content Officer Visinema Studios, Anggia Kharisma, menjelaskan bahwa film ini lahir dari komitmen untuk menghadirkan lebih banyak cerita yang dekat dengan kehidupan anak dan keluarga Indonesia.

“Di industri film Indonesia, konten yang benar-benar ramah anak dan keluarga masih sangat terbatas. Padahal anak dan keluarga juga membutuhkan cerita yang dekat dengan kehidupan mereka. Melalui film Na Willa kami ingin menghadirkan kisah yang sederhana dan relevan dengan keluarga Indonesia,” ujar Anggia.

Ia berharap film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga membuka ruang bagi lebih banyak cerita anak di industri perfilman nasional.

Menggambarkan Dunia Anak yang Penuh Imajinasi

Cerita dalam film Na Willa menyoroti keseharian anak yang penuh rasa ingin tahu. Karakter Na Willa digambarkan sebagai sosok yang aktif belajar, berani bertanya, dan memiliki imajinasi luas—hal-hal yang menjadi bagian penting dari proses tumbuh kembang anak.

Menurut Produser Film Na Willa, Novia Puspa Sari, kisah ini ingin menunjukkan bahwa keluarga merupakan ruang pertama bagi anak untuk belajar memahami dunia.

“Melalui film Na Willa, penonton diajak melihat dunia anak yang penuh rasa ingin tahu dan imajinasi, sekaligus menggambarkan bagaimana keseharian dalam keluarga menjadi ruang pertama untuk belajar memahami dunia,” jelas Novia.

Baca Juga: Scroll X Ketemu Setan: Rahasia di Balik Suksesnya "Cuan" Film Horor Jalur Viral

Ia menambahkan bahwa dukungan berbagai pihak sangat penting agar semakin banyak film anak dan keluarga dapat diproduksi di Indonesia.

“Kami berharap film ini menjadi tontonan yang menemani kebersamaan keluarga dalam momen libur Lebaran,” tambahnya.

Cerita Anak yang Dekat dengan Kehidupan Keluarga

Film Na Willa juga menggambarkan bagaimana peran orang tua, terutama ibu, memiliki pengaruh besar dalam membentuk cara anak belajar dan memahami lingkungan sejak usia dini.

Praktisi Psikologi Anak Usia Dini, Aninda, S.Psi., M.Psi.T, menilai interaksi sehari-hari dalam keluarga sangat berperan dalam membangun kemampuan anak.

“Ibu sering disebut sebagai guru pertama bagi anak karena melalui interaksi sehari-hari di rumah, anak mulai belajar mengenal berbagai hal di sekitarnya. Dari proses ini, rasa ingin tahu anak dapat berkembang dan membantu mereka menjadi lebih cepat tanggap dalam memahami lingkungan,” jelas Aninda.

Load More