Lifestyle / Komunitas
Selasa, 10 Maret 2026 | 12:12 WIB
Ilustrasi malam lailatul qadar. [freepik]

Suara.com - Memasuki pekan ketiga bulan Ramadhan, ada satu malam yang sangat istimewa dan amat dinantikan oleh umat Islam, yakni malam Lailatul Qadar. Malam istimewa itu menjadi salah satu bentuk kasih Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW, yang tak pernah diberikan kepada umat lainnya.

Tak heran bila malam ini sangat dinantikan kedatangannya oleh umat Islam. Malam kemulian itu juga disebut lebih baik dari seribu bulan. Disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Qadr yang berbunyi:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ, لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar (QS al-Qadr [97]: 1-5).
 
Ikhwal tentang malam Lailatul Qadar, Ibnu ‘Arabi juga mengutip penjelasan dari Imam Malik dalam al-Muwattha, beliau menyebutkan riwayat Ibnu Qasim dan yang lain:

سمعت من أثق به يقول: إن رسول الله صلى الله عليه وسلم أري أعمار الأمم قبله ، فكأنه تقاصر أعمار أمته ألا يبلغوا من العمل مثل ما بلغ غيرهم في طول العمر ، فأعطاه الله ليلة القدر ، وجعلها خيرا من ألف شهر.
 
Artinya: Aku mendengar seorang yang terpercaya berkata, “Sungguh, Rasulullah saw pernah diperlihatkan usia umat-umat terdahulu. (Melihat itu) Nabi pesimis bahwa usia umatnya tidak akan mampu untuk mencapai amal ibadah yang dilakukan umat-umat tersebut. Kemudian Allah SWT memberikan Nabi (dan umatnya) malam Lailatul Qadar yang lebih utama dari seribu bulan.” (Ahkamul Qur’an li Ibni ‘Arabi, juz 4, halaman 428).

Lantas kapan malam lailatul qadar? Selengkapnya, simak pernjelasan mengenai perkiraan jadwal lengkap dengan keutamaan dan amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan.

Malam Lailatul Qadar 2026

Malam Lailatul Qadar diyakini terjadi pada malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan. Akan tetapi, tidak seorang pun yang bisa memastikannya, karena itu rahasia Allah SWT. Umat manusia hanya bisa memprediksinya melalui pendapat para ulama terdahulu.
 
Dilansir dari NU Online, Ibnu Hajar Al-Asqalani (1372-1449 M), salah satu ulama hadits terkemuka yang berasal dari mazhab Syafi’I, menyatakan bahwa kemungkinan waktu tibanya malam Lailatul Qadar, ada berbagai pendapat. Masing-masing pendapat memiliki landasan argumen yang kuat.
 
Ibnu Hajar dalam Kitab Fathul Bari menyatakan bahwa ada 45 pendapat terkait ketetapan waktu tibanya malam Lailatul Qadar. Dari 45 pendapat yang ada, pendapat yang paling unggul (rajih) yakni pendapat yang mengatakan jika malam Lailatul Qadar terjadi di antara tanggal-tanggal ganjil dari 10 malam terakhir bulan Ramadhan.

Di bulan Ramadhan tahun ini, 10 haro terakhir Ramadhan diperkirakan mulai tanggal 9-10 Maret 2026. Adapun untuk malam-malam ganjil yang diyakini mempunyai peluang besar Lailatul Qadar antara lain:

Baca Juga: 9 Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar Menurut Al Quran, Bagaimana Cara Meraihnya?

  • Malam ke-21 Ramadhan: Selasa, 10 Maret 2026
  • Malam ke-23 Ramadhan: Kamis, 12 Maret 2026
  • Malam ke-25 Ramadhan: Sabtu, 14 Maret 2026
  • Malam ke-27 Ramadhan: Senin, 16 Maret 2026
  • Malam ke-29 Ramadhan: Rabu, 18 Maret 2026.

Dari tanggal-tanggal ganjil tersebut, ada yang bilang tanggal paling potensial adalah tanggal 21 dan 23 Ramadhan. Hal ini sebagaimana pendapat Imam Syafi’i. Sementara menurut mayoritas ulama yang paling potensial adalah malam tanggal 27 Ramadhan (Fathul Bari, juz 5, hal. 569).
 
Pendapat yang mengatakan jika malam Lailatul Qadar terjadi pada tanggal ganjil dari 10 malam terakhir bulan Ramadhan, yakni dari hadits berikut:

 
وعن عائشة رضي الله عنها، قالت: كَانَ رسولُ الله - صلى الله عليه وسلم - يُجَاوِرُ في العَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ، ويقول: «تَحَرَّوا لَيْلَةَ القَدْرِ في العَشْرِ الأوَاخِرِ مِنْ رَمَضانَ». متفقٌ عَلَيْهِ. 

Artinya: Dari Aisyah ra, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda,” Carilah lailatul qadar itu dalam malam sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan.” (Muttafaq ‘alaih).

Pendapat itu dikerucutkan kembali oleh hadits berikut:

 وعنها رضي الله عنها: أنَّ رسولَ اللهِ - صلى
 الله عليه وسلم - قَالَ: «تَحَرَّوْا لَيْلَةَ القَدْرِ في الوَتْرِ مِنَ العَشْرِ الأوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ». رواه البخاري. 

Artinya: Dari Aisyah ra pula, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Carilah Lailatul Qadar itu dalam malam ganjil dari sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan” (HR Bukhari).

Load More