Lifestyle / Female
Minggu, 15 Maret 2026 | 19:00 WIB
Ilustrasi mengatur keuangan. (Dok: Pexels)

Suara.com - Di banyak keluarga, peran ibu justru semakin terasa selama Ramadan. Mulai dari mengatur menu sahur dan berbuka, berbelanja kebutuhan dapur, menyiapkan uang baru untuk Lebaran, hingga memastikan kebutuhan anak tetap terpenuhi. Aktivitas rumah tangga pun meningkat, bersamaan dengan naiknya pengeluaran akibat harga bahan pokok dan kebutuhan Idulfitri yang biasanya ikut melonjak.

Tanpa pengelolaan yang tepat, kondisi tersebut bisa membuat anggaran keluarga menjadi tidak seimbang. Oleh karena itu, Ramadan menjadi waktu yang tepat bagi para ibu untuk kembali menata strategi pengelolaan keuangan rumah tangga agar tetap terkendali.

Hal ini juga tercermin dari studi Women’s Wealth in Focus: When Care Comes First yang dirilis oleh Sun Life. Studi tersebut menunjukkan bahwa sekitar setengah perempuan di Indonesia mengelola anggaran rumah tangga sehari-hari secara mandiri, namun hanya sebagian kecil yang merasa benar-benar siap menghadapi risiko keuangan yang datang secara tiba-tiba.

Agar kondisi finansial tetap stabil, ada beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan para ibu:

1. Pisahkan Gaji Bulanan dan Dana Ramadan

Sebaiknya gaji digunakan untuk kebutuhan rutin rumah tangga, sementara Tunjangan Hari Raya (THR) dialokasikan khusus untuk kebutuhan tambahan selama Idulfitri. Dengan memisahkan keduanya, pengeluaran tidak bercampur dan kondisi keuangan tetap lebih terkontrol.

2. Mulai Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Ramadan juga bisa menjadi waktu refleksi untuk merencanakan masa depan anak. Menyiapkan tabungan pendidikan sejak dini membantu orang tua menghadapi biaya pendidikan yang terus meningkat. Perencanaan yang matang akan membuat beban finansial di masa depan terasa lebih ringan.

3. Mengenalkan Literasi Keuangan kepada Anak

Baca Juga: Sepertiga Akhir Ramadan dan Muslim Indonesia yang Harus Berjuang Lebih Keras Berburu Lailatul Qadar

Momentum Lebaran bisa dimanfaatkan untuk mengajarkan anak mengelola uang dari angpao yang mereka terima. Orang tua dapat mengenalkan konsep sederhana seperti membagi uang ke dalam tiga pos: tabungan, kebutuhan pribadi, dan berbagi dengan sesama.

4. Menjaga Perlindungan bagi Ibu sebagai Pilar Keluarga

Kesehatan ibu memiliki peran penting dalam keberlangsungan keluarga. Karena itu, memiliki perlindungan kesehatan menjadi langkah bijak untuk memastikan kondisi ekonomi keluarga tetap terjaga jika terjadi risiko kesehatan.

5. Lengkapi Perencanaan dengan Perlindungan Finansial

Selain menabung dan mengatur pengeluaran, keluarga juga perlu mempersiapkan perlindungan terhadap berbagai kemungkinan, termasuk risiko kesehatan yang dapat berdampak pada kondisi keuangan rumah tangga.

Dalam ajaran Islam, menjaga dan melindungi keluarga merupakan bagian dari ikhtiar sebelum akhirnya berserah diri kepada Allah. Karena itu, upaya perlindungan finansial juga dapat diselaraskan dengan nilai-nilai yang diyakini, termasuk memilih perlindungan yang sesuai dengan prinsip syariah.

Load More