- Opor ayam melambangkan permintaan maaf melalui filosofi santen atau pangapunten.
- Ketupat memiliki makna ngaku lepat dan laku papat dalam tradisi Jawa.
- Sunan Kalijaga memperkenalkan tradisi bakda kupat sebagai sarana dakwah yang santun.
Suara.com - Hari Raya Idulfitri atau Lebaran di Indonesia identik dengan harumnya aroma opor ayam dan ketupat.
Tanpa adanya duet maut antara opor ayam dan ketupat, Lebaran biasanya terasa kurang lengkap.
Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa harus dua menu ini yang selalu muncul di meja makan saat Lebaran?
Ternyata di balik kelezatannya, ada sejarah panjang dan makna filosofis yang sangat mendalam.
1. Rahasia di Balik Santan: "Santen" Adalah "Pangapunten"
Dalam budaya Jawa, opor ayam bukan sekadar masakan berbumbu rempah.
Nama "santen" atau santan dalam bahasa Jawa memiliki bunyi yang mirip dengan kata "pangapunten" yang berarti permintaan maaf.
Penyajian opor ayam di hari kemenangan menjadi simbol permohonan maaf yang tulus atas segala kesalahan.
Warna kuahnya yang putih atau kuning keemasan juga melambangkan kesucian hati setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.
Baca Juga: Klaim Angka Kecelakaan dan Fatalitas Turun, Kakorlantas: Mudik Aman, Keluarga Bahagia
Jadi, saat Anda menyajikan opor, secara simbolis Anda sedang mengajak tamu untuk saling memaafkan.
2. Filosofi Ketupat: Ngaku Lepat dan Laku Papat
Sama halnya dengan opor ayam, ketupat juga punya makna yang tak kalah keren.
Istilah "Kupat" dalam tradisi Jawa merupakan kependekan dari "Ngaku Lepat" atau mengakui kesalahan dan "Laku Papat" atau empat tindakan.
Apa saja empat tindakan itu?
- Lebaran: Pintu ampunan telah dibuka lebar.
- Luberan: Melimpahnya rezeki dan semangat berbagi melalui zakat fitrah.
- Leburan: Meleburnya dosa-dosa di antara sesama manusia.
- Laburan: Berasal dari kata kapur, yang artinya memutihkan atau menjernihkan kembali hati yang kotor.
Bahkan, anyaman ketupat yang rumit pun ada artinya, yaitu melambangkan lika-liku perjalanan hidup manusia yang penuh masalah, tapi tetap bisa diatasi dengan kesabaran hingga membentuk sesuatu yang indah.
Berita Terkait
-
Pramono Sebut Kebun Binatang Ragunan Bakal Tutup Saat Hari Pertama Lebaran, Buka Kembali Lusa
-
Klaim Angka Kecelakaan dan Fatalitas Turun, Kakorlantas: Mudik Aman, Keluarga Bahagia
-
Cerita Warga Pilih Takbiran di Bundaran HI, Ogah Mudik Gegara Takut Ditanya Kapan Nikah
-
Potret Hangat Lebaran Presiden Prabowo: Makan Bareng Titiek Soeharto, Didit, dan Bobby Kertanegara
-
Jadwal Tayang Film Spesial Lebaran di TV, Paling Banyak Trans 7
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan