Lifestyle / Komunitas
Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:10 WIB
Baju lebaran kena noda santan (Gemini Studios).

3. Beri larutan lemon dan cuka putih

Warna kuning yang membandel biasanya berasal dari kunyit. Sifat asam dari perasan lemon atau cuka putih sangat efektif untuk memudarkan pigmen warna tersebut.

Caranya, teteskan air lemon pada area noda dan diamkan selama kurang lebih 10–15 menit.

Asam organik ini akan bereaksi dengan zat warna kurkumin pada kunyit, sehingga noda kuning berangsur memudar tanpa merusak serat kain.

4. Beralih ke soda kue (baking soda) jika noda membandel

Jika noda tergolong tebal atau sudah agak meresap, penggunaan pasta soda kue dapat membantu.

Campurkan sedikit baking soda dengan air hingga membentuk pasta, lalu oleskan di atas noda.

Soda kue bertindak sebagai penyerap alami yang menarik sisa-sisa lemak dan warna keluar dari celah serat pakaian yang paling dalam.

5. Jemur di bawah sinar matahari

Langkah terakhir yang sering terlupakan adalah memanfaatkan sinar matahari.

Setelah pakaian dicuci bersih, jemurlah bagian yang bernoda di bawah sinar matahari langsung.

Sinar ultraviolet (UV) memiliki kemampuan alami untuk membantu memudarkan sisa-sisa pigmen kuning dari kunyit yang mungkin masih tertinggal sedikit.

Baca Juga: Bebas Makan Enak, 5 Tips Tetap Stabilkan Berat Badan saat Hari Raya

Catatan penting

Sebagai tambahan, terdapat beberapa catatan penting yang wajib diperhatikan agar proses pembersihan tidak merusak serat kain.

  • Hindari air panas: Jangan gunakan air panas pada noda kuning yang baru karena suhu tinggi justru dapat membuat pigmen kunyit dan protein santan menetap permanen pada serat kain.
  • Tes pada area kecil: Selalu lakukan uji coba penggunaan bahan asam (seperti cuka atau lemon) pada bagian dalam jahitan pakaian yang tersembunyi untuk memastikan warna baju tidak luntur.
  • Jangan gunakan mesin pengering atau dryer: Hindari memasukkan baju ke mesin pengering sebelum memastikan noda benar-benar hilang, sebab panas mesin akan "mengunci" sisa noda tersebut selamanya.
     

Kontributor : Armand Ilham

Load More