Suara.com - Pemerintah kembali mewacanakan kerja dari rumah atau Work From Home alias WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) seiring konflik di Timur Tengah yang memicu naiknya harga bahan bakar minyak.
Skema kerja seperti ini sebenarnya pernah diberlakukan saat pandemi Covid-19. Selepas pandemi, sejumlah instansi pun masih memberlakukannya di hari-hari tertentu.
Seiring meredanya pandemi, pola kerja perlahan kembali normal. Bekerja dari kantor (Work From Office/WFO) mulai diterapkan kembali meski sempat disertai pembatasan dan syarat vaksinasi.
Hingga kini, sebagian besar ASN telah kembali bekerja secara penuh di kantor dengan skema lima hari kerja.
Namun, situasi global kembali memicu kekhawatiran. Serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari 2026 memicu eskalasi konflik di Timur Tengah.
Ketegangan tersebut mendorong lonjakan harga minyak dunia. Pada 9 Maret 2026, harga minyak menembus 100 dolar AS per barel untuk pertama kali dalam lebih dari tiga tahun dan bertahan di atas level tersebut hingga kini.
Penerapan WFH dan WFA
Menghadapi tekanan tersebut, pemerintah mulai memutar otak. Salah satu opsi yang kembali dipertimbangkan adalah penerapan WFH bagi ASN, bahkan kemungkinan juga bagi sebagian pekerja swasta, setelah Lebaran 2026.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut, wacana WFH merupakan bagian dari upaya efisiensi kerja. Kebijakan tersebut merespons arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penghematan, sebagaimana disampaikan dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada 13 Maret 2026.
Pemerintah menetapkan ASN WFA (Work From Anywhere) selama lima hari pada periode mudik tahun ini.
Baca Juga: Mendagri Sebut WFH 1 Hari Sepekan Tak Masalah, Kini Tinggal Tunggu Arahan Prabowo
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kebijakan WFA bukanlah hari libur tambahan, melainkan pengaturan fleksibilitas kerja guna membantu masyarakat merencanakan perjalanan dengan lebih baik.
Mungkin masih banyak yang bertanya-tanya, apa sebenarnya perbedaan antara WFH, WFO, dan WFA yang akhir-akhir ini sedang ramai diperbincangkan. Berikut penjelasannya.
Perbedaan Arti WFH, WFO, dan WFA
WFH, WFO, dan WFA adalah sistem kerja yang dibedakan berdasarkan lokasi dan fleksibilitas. WFO (Office) kerja dari kantor, WFH (Home) kerja terbatas dari rumah, dan WFA (Anywhere) kerja bebas dari mana saja (rumah, kafe, luar kota).
WFO unggul dalam kolaborasi, sedangkan WFH dan WFA menawarkan fleksibilitas waktu dan efisiensi biaya perjalanan.
WFO (Work From Office)
WFO atau kerja dari Kantor artinya karyawan bekerja di kantor atau lokasi fisik yang disediakan oleh perusahaan. Karakteristik WFO yakni struktur kerja formal, interaksi langsung tinggi, dan jam kerja yang ketat.
WFO memiliki kelebihan berupa komunikasi yang lebih lancar, kolaborasi tim jadi lebih maksimal, serta budaya perusahaan lebih kuat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!