- Campak bisa menular dengan cepat melalui udara dan droplet batuk atau bersin.
- Hindari menggaruk ruam, berbagi barang pribadi, atau mengobati sendiri tanpa dokter.
- Ikuti panduan aman agar tubuh cepat pulih dan orang sekitar terlindungi.
Suara.com - Kasus meninggalnya dokter internship di Cianjur mengejutkan publik. Andito Mohammad Wibisono, dokter berusia 26 tahun yang bertugas di RSUD Cimacan, Cipanas, Kabupaten Cianjur, meninggal dunia pada 26 Maret 2026. Ia didiagnosis suspek campak dengan komplikasi pneumonia berat.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa campak bukan penyakit ringan. Virus campak mudah menular lewat udara, dan orang dewasa pun bisa terkena.
Gejala awal seperti demam tinggi, ruam merah, dan sesak napas bisa berkembang menjadi kondisi serius jika tidak ditangani dengan tepat.
Simak informasi lengkap tentang penyakit campak, termasuk jawaban untuk pertanyaan yang sering muncul, yakni apa yang tidak boleh dilakukan saat campak?
Pengertian Penyakit Campak
Melansir informasi dari Kementerian Kesehatan, campak adalah penyakit infeksi akut yang sangat menular akibat virus.
Penyakit ini paling sering menyerang anak-anak dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang, tetapi tetap berisiko menimbulkan komplikasi serius.
Campak menular dari orang ke orang melalui percikan batuk atau bersin (droplet) dan bisa menyebar melalui udara (airborne). Penyakit ini termasuk dalam kelompok Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).
Meski banyak orang menganggap campak hanya menyebabkan demam dan ruam ringan, penyakit ini bisa berujung pada komplikasi berat bahkan kematian, terutama pada individu dengan daya tahan tubuh rendah.
Komplikasi yang dapat terjadi antara lain diare, pneumonia, radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk, hingga kematian.
Baca Juga: Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
Kelompok yang rentan meliputi:
- Bayi di atas satu tahun yang belum diimunisasi
- Anak yang belum menerima vaksin lengkap
- Remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan dosis kedua imunisasi
Penyebab Penyakit Campak
Campak disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus dalam keluarga Paramyxoviridae. Penularannya cepat dan mudah melalui:
- Percikan saliva (droplet) – saat penderita batuk atau bersin, virus menyebar ke udara.
- Kontak langsung – sentuhan dengan cairan tubuh penderita bisa menularkan virus.
- Benda terkontaminasi – virus mampu bertahan di permukaan benda selama beberapa jam. Anak yang menyentuh benda tersebut lalu memegang mulut atau hidung berisiko terinfeksi.
Gejala Penyakit Campak
Gejala Awal (Hari 1–4)
- Demam tinggi mendadak
- Pilek disertai batuk kering
- Mata merah dan berair (konjungtivitis)
- Tubuh lemas dan nafsu makan menurun
Tanda Khas
- Koplik spot: bintik putih kecil di dalam pipi, muncul sebelum ruam dan menjadi tanda penting diagnosis campak
Gejala Lanjutan
- Ruam kemerahan muncul dari wajah dan leher, lalu menyebar ke seluruh tubuh
- Demam cenderung meningkat saat ruam muncul
Masa Penularan
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
111 Orang Tewas Usai Gempa Bumi Besar Kolombia, Rumah Sakit Hancur
-
Arkeologi Italia Geger! Bangkai Kapal Romawi Kuno Ditemukan di Lepas Pantai Sisilia
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan