Suara.com - Di tengah ritme cepat Jakarta, bekerja keras kerap dianggap sebagai standar hidup. Produktivitas menjadi ukuran, sementara jeda sering dipandang sebagai kemunduran. Dalam lanskap seperti ini, rasa lelah sering kali tak terlihat, bahkan dianggap wajar.
Survei Jobstreet mencatat, meski pekerja di Indonesia tergolong paling bahagia di Asia, sekitar 43 persen tetap mengalami burnout.
Nada Arini pernah berada di titik yang sama. Perempuan 46 tahun ini mengaku hidup dalam dorongan untuk terus produktif, disertai rasa takut tertinggal dan kekhawatiran finansial yang tak pernah benar-benar hilang.
“Kalau lagi pelan, rasanya seperti tidak berguna,” ujarnya, mengingat masa ketika hidupnya diukur dari seberapa banyak yang bisa dicapai.
Titik Balik dari Pilihan Personal
Perubahan dalam hidupnya tidak datang dari keputusan besar yang direncanakan matang, melainkan dari pilihan yang awalnya sangat personal: menyekolahkan anak melalui homeschooling. Keputusan ini membawanya masuk ke lingkaran komunitas yang memiliki cara pandang berbeda terhadap kehidupan sehari-hari.
Di sana, Nada mulai diperkenalkan pada praktik sederhana seperti memilah sampah, mengurangi konsumsi, hingga mempertanyakan kembali kebiasaan yang selama ini dianggap normal. Awalnya, ia tidak langsung mengubah gaya hidupnya secara drastis. Namun, benih kesadaran itu mulai tumbuh perlahan.
Titik balik yang paling membekas terjadi saat ia mengunjungi TPA Bantar Gebang. Ia datang tanpa masker dan tanpa perlindungan khusus, seperti yang diminta oleh rekannya.
“Datang saja apa adanya,” begitu pesannya.
Baca Juga: Kolaborasi Pembiayaan Hijau Kian Digenjot, Sasar Kelestarian Hutan dan Ekonomi Petani
Pengalaman itu membuka realitas yang selama ini terasa jauh. Di tengah gunungan sampah, ia melihat kehidupan yang berjalan seperti biasa. Salah satu momen yang sulit ia lupakan adalah ketika melihat seorang ibu menyuapi anaknya, dengan lalat yang mengerubungi makanan di piring.
“Di situ saya sadar, ini bukan sekadar soal sampah, tapi soal kehidupan yang tidak setara,” katanya. Bagi Nada, pengalaman tersebut menjadi titik di mana isu lingkungan tidak lagi berdiri sendiri, melainkan terhubung erat dengan persoalan sosial dan kemanusiaan.
Dari Industri Iklan ke Edukasi Lingkungan
Latar belakang Nada di industri periklanan memberinya perspektif lain. Ia menyadari bahwa industri tersebut memiliki peran besar dalam membentuk pola konsumsi masyarakat. Ironisnya, pengalaman itu kini justru ia gunakan untuk arah yang berbeda.
Ia mulai memproduksi konten edukatif tentang gaya hidup berkelanjutan di media sosial. Pengetahuan tentang komunikasi dan strategi pesan yang dulu ia gunakan untuk mendorong konsumsi, kini ia arahkan untuk mengajak orang mengurangi konsumsi.
“Aku pakai cara komunikasi yang dulu, tapi untuk pesan yang berbeda,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
5 Alasan Mengapa Sepatu Jalan Kaki Tidak Cocok Dipakai Lari, Dampaknya Bisa Fatal
-
5 Pilihan Micellar Water Lokal Ukuran Besar yang Murah, Bisa Awet untuk Berbulan-bulan
-
Belajar dari Nuanu: Bagaimana Kawasan Wisata Kurangi Sampah Sebelum Menumpuk di TPA?
-
3 Moisturizer Underrated untuk Mencerahkan Kulit Kusam, Lengkap dengan Harga dan Review
-
5 Kulkas 2 Pintu Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 Watt, Anti Jeglek!
-
10 Bentuk Frame Kacamata yang Cocok untuk Wajah Bulat, Pipi Chubby Dijamin Auto Tirus
-
3 Air Cooler yang Tidak Berisik, Tidur Lebih Nyenyak Tanpa Gerah
-
Sayur Sinonim Cerah Artinya Apa? Ini Jawaban Teka-teki MPLS Edisi Makanan dan Minuman
-
5 Microwave Low Watt yang Awet: Lebih Hemat Listrik, Harga di Bawah Rp1 Juta
-
Demam Pokemon, Komunitasnya di Indonesia Makin Membludak