Dalam prosesnya, Nada melihat adanya jurang antara mereka yang sudah menjalani gaya hidup sustainable living dengan mereka yang baru ingin memulai. Di ruang digital, ia kerap menemukan pendekatan yang terkesan ekstrem, bahkan menuntut kesempurnaan.
Menurutnya, hal itu justru membuat banyak orang merasa tidak mampu.
“Ada kesan harus langsung sempurna, padahal itu justru bikin orang mundur,” katanya.
Karena itu, ia memilih mengambil posisi yang berbeda. Alih-alih menghakimi, ia mencoba menjadi jembatan—menghadirkan pendekatan yang lebih ramah, bertahap, dan realistis. Ia ingin orang merasa bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil, tanpa tekanan untuk langsung benar sepenuhnya.
Belajar Cukup di Tengah Dunia yang Menuntut Lebih
Perubahan gaya hidup ini perlahan mengubah cara Nada memaknai hidup. Dari yang sebelumnya dipenuhi kecemasan dan dorongan untuk terus mengejar, kini ia mengaku lebih tenang dan mampu menerima ritme yang lebih lambat.
“Sekarang lebih berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar kejar target,” ujarnya.
Perubahan itu juga tercermin dalam pilihan-pilihan yang ia ambil. Aktivitas seperti edutrip ke Bantar Gebang, yang secara materi tidak selalu menguntungkan, tetap ia jalankan karena memberikan dampak yang lebih luas bagi orang lain.
Di akhir percakapan, Nada merangkum perjalanannya dalam satu kalimat sederhana:
Baca Juga: Kolaborasi Pembiayaan Hijau Kian Digenjot, Sasar Kelestarian Hutan dan Ekonomi Petani
“Sedikit-sedikit supaya tidak sulit.”
Di tengah dunia yang terus mendorong untuk lebih cepat, lebih banyak, dan lebih produktif, pilihan untuk berjalan perlahan dan merasa cukup mungkin terdengar sederhana. Namun, bagi Nada, di situlah letak perubahan paling mendasar, sebuah cara untuk kembali memaknai hidup, tanpa harus selalu merasa kurang.
Penulis: Natasha Suhendra
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Piala AFF 2026: Kalahkan Malaysia, Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Semifinal
-
Memo Rahasia: Ayatollah Mojtaba Khamenei Kritis, Koma, Dirawat di Qom
-
FTSE Segera Umumkan Klasifikasi, IHSG Ditutup Terkoreksi
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
Terkini
-
Apa Arti Nama Lora? Ini Sosok Lora Mamak yang Resmi Persunting Inayah Wahid
-
4 Shio Paling Beruntung pada 8 April 2026: Siap-Siap Banjir Rezeki dan Kemakmuran
-
5 Two Way Cake untuk Samarkan Noda dan Flek Hitam, Makeup Flawless Seharian
-
5 Parfum yang Cocok untuk Introvert, Aroma Kalem tapi Memikat
-
5 Pilihan Sunscreen Azarine Terbaik untuk Flek Hitam di Wajah
-
Air Bersih Berkelanjutan Jadi Kunci Hidup Sehat: Lebih Aman untuk Masa Depan
-
Pakai Lulur Sebelum atau Setelah Mandi? Ini Urutan yang Benar agar Hasil Maksimal
-
Bukan Sekadar Tren, Bisnis Hijau Ternyata Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
-
Tradisi Jadi Kekuatan Baru, Fashion Indonesia Ikuti Transformasi Global ala Moscow Fashion Week
-
5 Pilihan Serum yang Ampuh Atasi Jerawat dan Bekasnya, Kulit Jadi Mulus Lagi