Lifestyle / Komunitas
Kamis, 09 April 2026 | 10:53 WIB
Motor operasional MBG (Emmo)
Baca 10 detik
  • PT Yasa Artha Trimanunggal menjadi sorotan usai memenangkan pengadaan motor listrik program MBG BGN. 
  • Harga motor trail listrik dipatok Rp49,95 juta dengan status off the road tanpa garansi. 
  • Perusahaan logistik ini terus berekspansi, termasuk mengakuisisi maskapai SAM Air demi kelancaran rantai pasok.

Berdiri sejak tahun 2016 dan berpusat di Jakarta, nama perusahaan ini rupanya menyimpan filosofi mendalam.

Kata "Yasa" melambangkan kemuliaan, "Artha" berarti tujuan, dan "Trimanunggal" bermakna tiga bagian yang menyatu.

Nama ini mewakili tiga sosok pendiri yang sepakat menyatukan visi mulia menciptakan ekosistem kerja yang terpercaya sekaligus melancarkan rantai pasok nasional.

Awalnya dikenal luas di bidang jasa logistik terpadu dan manajemen pergudangan, cakupan bisnis mereka kini berkembang pesat.

Perusahaan ini juga memegang peranan vital di sektor pengadaan umum, perdagangan ekspor-impor, konstruksi, sistem teknologi informasi, hingga suplai alat kesehatan.

Jangkauan distribusinya pun telah menyelimuti seluruh wilayah Indonesia.

Ekspansi Raksasa ke Udara

Kapasitas operasional PT Yasa Artha Trimanunggal semakin tak bisa dipandang sebelah mata setelah mereka melakukan manuver bisnis besar-besaran pada penghujung tahun 2024.

Demi mendukung ketahanan pangan dan menyalurkan Bantuan Pangan Nasional ke daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), mereka resmi mengakuisisi PT Semuwa Aviasi Mandiri atau maskapai perintis SAM Air.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Motor Listrik Bergaya Retro Mirip Vespa, Cocok bagi Penyuka Klasik

Tak berhenti sampai di situ, perusahaan juga memborong belasan armada baru buatan anak bangsa.

Tercatat, mereka memesan 12 unit pesawat dari PT Dirgantara Indonesia (PTDI), yang terdiri dari 10 unit pesawat N219 dan 2 unit Cassa 212 untuk melengkapi armada udara mereka.

Siapa Sosok di Balik Kemudi Perusahaan?

Geliat bisnis raksasa ini dikomandoi oleh Yenna Yuniana yang menduduki kursi Direktur Utama. Ia menjadi figur sentral yang memegang kendali operasional harian, termasuk menjadi perwakilan utama saat korporasi menandatangani kesepakatan besar pengadaan pesawat dengan PTDI.

Sementara kepemilikan mutlak perusahaan tetap dipegang oleh dewan pemegang saham yang merepresentasikan tiga pilar pendiri utamanya.

Nama Yenna Yuniana juga sempat menghiasi tajuk utama media massa. Pada awal November 2025, ia menunjukkan sikap kooperatif saat memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi.

Load More