- PT Yasa Artha Trimanunggal menjadi sorotan usai memenangkan pengadaan motor listrik program MBG BGN.
- Harga motor trail listrik dipatok Rp49,95 juta dengan status off the road tanpa garansi.
- Perusahaan logistik ini terus berekspansi, termasuk mengakuisisi maskapai SAM Air demi kelancaran rantai pasok.
Berdiri sejak tahun 2016 dan berpusat di Jakarta, nama perusahaan ini rupanya menyimpan filosofi mendalam.
Kata "Yasa" melambangkan kemuliaan, "Artha" berarti tujuan, dan "Trimanunggal" bermakna tiga bagian yang menyatu.
Nama ini mewakili tiga sosok pendiri yang sepakat menyatukan visi mulia menciptakan ekosistem kerja yang terpercaya sekaligus melancarkan rantai pasok nasional.
Awalnya dikenal luas di bidang jasa logistik terpadu dan manajemen pergudangan, cakupan bisnis mereka kini berkembang pesat.
Perusahaan ini juga memegang peranan vital di sektor pengadaan umum, perdagangan ekspor-impor, konstruksi, sistem teknologi informasi, hingga suplai alat kesehatan.
Jangkauan distribusinya pun telah menyelimuti seluruh wilayah Indonesia.
Ekspansi Raksasa ke Udara
Kapasitas operasional PT Yasa Artha Trimanunggal semakin tak bisa dipandang sebelah mata setelah mereka melakukan manuver bisnis besar-besaran pada penghujung tahun 2024.
Demi mendukung ketahanan pangan dan menyalurkan Bantuan Pangan Nasional ke daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), mereka resmi mengakuisisi PT Semuwa Aviasi Mandiri atau maskapai perintis SAM Air.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Motor Listrik Bergaya Retro Mirip Vespa, Cocok bagi Penyuka Klasik
Tak berhenti sampai di situ, perusahaan juga memborong belasan armada baru buatan anak bangsa.
Tercatat, mereka memesan 12 unit pesawat dari PT Dirgantara Indonesia (PTDI), yang terdiri dari 10 unit pesawat N219 dan 2 unit Cassa 212 untuk melengkapi armada udara mereka.
Siapa Sosok di Balik Kemudi Perusahaan?
Geliat bisnis raksasa ini dikomandoi oleh Yenna Yuniana yang menduduki kursi Direktur Utama. Ia menjadi figur sentral yang memegang kendali operasional harian, termasuk menjadi perwakilan utama saat korporasi menandatangani kesepakatan besar pengadaan pesawat dengan PTDI.
Sementara kepemilikan mutlak perusahaan tetap dipegang oleh dewan pemegang saham yang merepresentasikan tiga pilar pendiri utamanya.
Nama Yenna Yuniana juga sempat menghiasi tajuk utama media massa. Pada awal November 2025, ia menunjukkan sikap kooperatif saat memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
7 Weton Paling Beruntung dan Panen Rezeki Melimpah di April 2026
-
5 Rekomendasi Bedak Padat Full Coverage, Acne Skin Friendly
-
3 Langkah Mudah Kulit Glowing Alami Tanpa Perawatan Mahal
-
Berapa Harga Sepatu Puma Speedcat? Ini 10 Tipe Termurahnya di 2026
-
5 Setting Spray yang Bikin Makeup Glowing dan Awet Tahan Lama
-
6 Sepatu Lokal Murah Mirip New Balance 530, Mulai Rp100 Ribuan
-
5 Sepatu Lokal Mirip Adidas Samba di Bawah Rp500 Ribu untuk Tampil Bergaya Retro
-
Bisakah Pariwisata Indonesia Tetap Tumbuh Tanpa Merusak Lingkungan?
-
Sosok Lurah Kalisari yang Dinonaktifkan Gegara Foto AI, Kantongi Gaji Fantastis Tiap Bulan
-
Sunscreen Foundation Apa yang Bagus? Cek 5 Pilihan Berkualitas dengan SPF 50