- BPS mencatat angka harapan hidup masyarakat Indonesia pada tahun 2025 meningkat hingga mencapai usia 74,47 tahun.
- Data Swiss Re menunjukkan adanya kesenjangan perlindungan finansial yang besar terkait risiko kesehatan dan kematian di Asia.
- AXA Financial Indonesia meluncurkan produk asuransi jiwa dengan masa perlindungan hingga usia 100 tahun bagi para nasabah.
Suara.com - Masyarakat Indonesia kini hidup lebih lama dibandingkan beberapa tahun lalu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka harapan hidup pada 2025 mencapai 74,47 tahun dan terus menunjukkan tren meningkat sejak 2020.
Kabar ini tentu patut disyukuri. Namun, usia yang lebih panjang juga membawa konsekuensi yang tidak selalu disadari: kebutuhan finansial yang ikut memanjang.
Jika dulu banyak orang hanya berfokus menyiapkan dana hingga masa pensiun, kini perencanaan keuangan perlu mempertimbangkan kemungkinan hidup hingga usia 80, 90, bahkan 100 tahun. Artinya, biaya hidup, kebutuhan kesehatan, hingga perlindungan bagi keluarga harus dirancang untuk jangka waktu yang jauh lebih panjang.
Tantangan ini semakin terasa bagi kelompok yang dikenal sebagai generasi sandwich—mereka yang harus menopang kebutuhan anak sekaligus merawat orang tua. Di tengah kenaikan biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi, memiliki perlindungan finansial jangka panjang bukan lagi sekadar pilihan, melainkan bagian dari strategi menjaga kualitas hidup.
Kondisi tersebut juga tercermin dalam temuan Swiss Re Institute Asia Life & Health Consumer Survey 2025. Laporan tersebut menunjukkan bahwa kesenjangan perlindungan (protection gap) di Asia masih sangat besar.
Nilai health protection gap diperkirakan mencapai sekitar Rp4.200 triliun, sementara mortality protection gap mencapai sekitar Rp2.150 triliun pada 2024. Angka ini menggambarkan masih banyak masyarakat yang belum memiliki perlindungan finansial memadai ketika menghadapi risiko kesehatan maupun kehilangan pencari nafkah.
Melihat perubahan kebutuhan tersebut, perusahaan asuransi mulai menghadirkan produk yang tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan ketika risiko terjadi, tetapi juga memberikan rasa aman untuk jangka panjang.
Salah satunya dilakukan PT AXA Financial Indonesia (AFI) yang meluncurkan Lifetime Protection Powered by AXA Long Term Life Protector, produk asuransi jiwa tradisional dengan masa perlindungan hingga usia 100 tahun.
Menurut Presiden Direktur AXA Financial Indonesia, Niharika Yadav, cara masyarakat memandang keamanan finansial perlu ikut berkembang seiring meningkatnya harapan hidup.
Baca Juga: Purbaya Usul RUU PFII ke DPR, Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Internasional
"Kami percaya bahwa masa depan perlindungan tidak hanya sekadar tentang mengatasi risiko, tetapi juga tentang memberdayakan masyarakat agar dapat hidup lebih lama, lebih sehat, dan lebih bermakna dengan penuh rasa percaya diri. Seiring dengan kemajuan Indonesia, cara kita memandang keamanan finansial juga perlu terus berkembang menuju solusi yang mampu memberikan kepastian lintas generasi," ujarnya.
Ia menambahkan, tingginya angka harapan hidup, masih lebarnya kesenjangan perlindungan, serta meningkatnya beban finansial keluarga menjadi alasan mengapa masyarakat membutuhkan pendekatan baru dalam merencanakan masa depan.
Produk tersebut menawarkan perlindungan hingga usia 100 tahun bagi nasabah berusia mulai 18 tahun. Selain perlindungan jiwa, tersedia pula manfaat lifetime reward di akhir masa pertanggungan sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Menariknya, produk ini juga dirancang agar lebih mudah dijangkau. Nasabah dapat memilih masa pembayaran premi selama lima atau 10 tahun, dengan premi mulai dari sekitar Rp500 ribu per bulan. Skema tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh perlindungan jangka panjang tanpa harus membayar premi hingga usia lanjut.
Direktur AXA Financial Indonesia, Yudhistira Dharmawata, mengatakan kebutuhan masyarakat kini tidak hanya mencari perlindungan, tetapi juga produk yang sederhana dan sesuai kemampuan finansial.
Menurutnya, kombinasi perlindungan jangka panjang, manfaat di akhir masa pertanggungan, serta fleksibilitas pembayaran premi diharapkan dapat membantu masyarakat mempersiapkan masa depan sejak dini.
Di tengah meningkatnya usia harapan hidup, perencanaan keuangan pun tak lagi hanya soal menabung atau berinvestasi. Memastikan adanya perlindungan yang mampu menopang kebutuhan finansial hingga usia lanjut kini menjadi bagian penting dari gaya hidup yang lebih siap menghadapi masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Kejutan BRI di Taiwan, Yuni Akhirnya Bertemu Sang Ibu Setelah Hampir Satu Dekade
-
Usut Karhutla Sampai Akar! Audit Korporasi dan Proses Hukum hingga Level Manajemen
-
Hukum Memperingati Maulid Nabi Menurut Ulama, Begini Penjelasannya
-
BRI Temani PMI Bangun Masa Depan, Bukan Sekadar Kirim Remitansi
-
Hampir 10 Tahun Terpisah, BRI Wujudkan Momen Haru Yuni Bertemu Sang Ibu di Taiwan
-
Ulasan An Incurable Case of Love: Kisah Cinta Manis antara Perawat dan Dokter
-
5 Sunscreen Reef Safe Wajib untuk Liburan di Pantai, Ramah Lingkungan
-
BRI Bawa Seorang Ibu dari Pati ke Taiwan untuk Temui Putrinya yang Jadi Pekerja Migran Indonesia
-
Satu Dekade Menahan Rindu, BRI Pertemukan Yuni dengan Sang Ibu di Taiwan
-
Setelah 10 Tahun, BRI Jadi Perantara Pertemuan Seorang PMI dan Ibunya Lewat Program Tali Kasih