Lifestyle / Male
Sabtu, 11 April 2026 | 22:30 WIB
Ilustrasi jual-beli emas. (Dok. Ist)
Baca 10 detik
  • Juan Sen dan Iben Ma mendirikan Jual Mas Indonesia untuk menyediakan layanan transaksi emas yang transparan serta tepercaya.
  • Layanan ini menerima emas rusak atau tanpa surat dengan harga pasar yang transparan melalui pengujian di depan pelanggan.
  • Perusahaan menargetkan pembukaan 100 cabang dalam setahun guna memperluas akses jual beli emas yang aman bagi masyarakat.

Suara.com - Di tengah ketidakpastian ekonomi, emas masih menjadi salah satu instrumen yang paling dipercaya masyarakat. Tidak hanya sebagai investasi jangka panjang, emas juga kerap menjadi 'penyelamat' di saat kebutuhan mendesak. Namun di balik tingginya minat tersebut, proses jual beli emas tak selalu berjalan mulus.

Banyak orang masih dihantui kekhawatiran soal harga yang tidak transparan, perbedaan kadar yang tak dijelaskan secara terbuka, hingga penolakan saat ingin menjual emas dalam kondisi rusak atau tanpa surat. Situasi inilah yang kemudian melatarbelakangi hadirnya Jual Mas Indonesia.

Bisnis ini digagas oleh Juan Sen, yang telah lebih dari 15 tahun berkecimpung di industri emas bersama keluarganya, bersama Benjamin Master Adhisurya atau yang lebih dikenal sebagai Iben Ma—kreator TikTok sekaligus pengusaha di balik brand kuliner Sambal Bakar.

Kolaborasi keduanya menghadirkan perpaduan antara pengalaman teknis di industri emas dan kekuatan dalam membangun brand serta ekspansi bisnis.

“Kita ingin bikin tempat jual beli emas yang orang merasa aman dan ngerti apa yang mereka dapat,” ujar Iben.

Transparansi Jadi Kunci

Salah satu hal yang coba dibenahi Jual Mas Indonesia adalah soal transparansi. Jika di banyak tempat proses pengecekan emas dilakukan 'di balik layar', di sini justru sebaliknya.

Setiap emas yang dibawa pelanggan akan diuji langsung di hadapan mereka menggunakan mesin khusus dengan tingkat akurasi tinggi, hingga 99,99 persen. Dengan begitu, pelanggan bisa melihat sendiri kadar emas yang dimiliki tanpa rasa ragu.

“Kalau 20 karat, ya kita bilang 20 karat. Semua dicek di depan customer,” jelas Juan.

Baca Juga: Investasi Emas Tanpa Ribet, Cicil Melalui Super App BRImo dan Dapatkan Bonus Cashback Menarik

Pendekatan ini bukan tanpa alasan. Dalam waktu singkat sejak beroperasi, mereka mengaku banyak menerima cerita dari pelanggan yang merasa dirugikan di tempat lain—baik karena harga yang tidak sesuai ekspektasi maupun informasi yang kurang jelas.

Terima Emas Rusak hingga Tanpa Surat

Hal lain yang membedakan adalah keberanian mereka menerima berbagai kondisi emas. Tidak hanya emas utuh, Jual Mas Indonesia juga membuka layanan untuk emas rusak, patah, hingga tanpa surat.

Menariknya, keputusan ini justru lahir dari pengalaman pribadi.

“Saya sendiri punya toko emas, dan dulu tidak menerima emas rusak. Jadi tahu rasanya ditolak,” ungkap Juan.

Dari situ, ia melihat adanya kebutuhan nyata di masyarakat—banyak orang memiliki emas dalam kondisi kurang ideal, namun tidak tahu harus menjualnya ke mana.

Di Jual Mas Indonesia, selama kadar dan beratnya sama, emas akan tetap dihargai setara, tanpa membedakan kondisi fisiknya. Harga pun diperbarui setiap hari mengikuti pergerakan pasar.

Mengandalkan Kepercayaan, Bukan Margin Besar

Alih-alih mengambil keuntungan besar dari setiap transaksi, bisnis ini justru mengandalkan volume dan loyalitas pelanggan.

Margin yang diambil relatif tipis, dengan harapan pelanggan akan kembali bertransaksi karena merasa mendapatkan harga yang adil.

“Kita nggak mau orang cuma datang sekali. Yang penting mereka balik lagi karena percaya,” kata Iben.

Strategi ini mulai menunjukkan hasil. Dalam satu bulan pertama, performa bisnis disebut melampaui target awal, bahkan hingga beberapa kali lipat.

Iben dan Juan Sen, founder Jual Emas Indonesia. (Dok. Ist)

Ambisi Besar: 100 Cabang dalam Setahun

Melihat respons pasar yang positif, Jual Mas Indonesia tidak ingin berjalan pelan. Mereka menargetkan ekspansi hingga 100 cabang dalam satu tahun, melalui skema kemitraan dan investor.

Pemilihan lokasi pun dilakukan dengan pendekatan berbeda. Jika bisnis kuliner bisa menarik orang datang dari jauh, bisnis emas lebih mengandalkan kedekatan dan kemudahan akses.

“Kalau orang butuh jual emas, biasanya cari yang paling dekat. Tapi tetap, harga yang bagus bikin orang rela datang lebih jauh,” ujar Iben.

Fenomena ini sudah terlihat. Beberapa pelanggan bahkan rela menempuh perjalanan hingga dua jam demi mendapatkan harga yang lebih menguntungkan.

Lebih dari Sekadar Transaksi

Di luar layanan utama, Jual Mas Indonesia juga mencoba menghadirkan pengalaman yang lebih nyaman bagi pelanggan. Mulai dari pengecekan emas gratis hingga fasilitas sederhana seperti minuman dan es krim gratis.

Ke depan, mereka juga berencana membuka layanan gadai emas, yang saat ini masih dalam tahap perizinan dan koordinasi dengan regulator.

Meski masih tergolong baru, Jual Mas Indonesia mencoba menawarkan sesuatu yang berbeda di industri yang sudah lama ada: keterbukaan, akses, dan rasa percaya.

Di tengah tingginya minat masyarakat terhadap emas, pendekatan semacam ini bisa jadi bukan hanya relevan—tetapi juga dibutuhkan.

Load More