- Menhan Sjafrie Sjamsoeddin resmi sepakati Kemitraan MDCP di Pentagon untuk stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
- Juru Bicara Pentagon memuji peran aktif Indonesia dalam Dewan Perdamaian dan stabilisasi internasional.
- Di tengah pengumuman kerja sama, beredar rumor dokumen rahasia AS meminta akses udara.
Mengesampingkan rumor yang beredar, pertemuan hari ini menghasilkan keputusan konkret.
Mengutip rilis resmi dari Kedutaan Besar AS (usembassy), kedua negara resmi mengumumkan Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama (MDCP). Pete Hegseth menegaskan kemitraan ini mewujudkan komitmen perdamaian melalui kekuatan.
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin merespons antusias, menegaskan bahwa kerja sama ini dibangun atas dasar saling menghormati dan menguntungkan demi kepentingan nasional kedua negara.
5. Tiga Pilar Militer dan Pujian Juru Bicara Pentagon
Kemitraan MDCP bertumpu pada tiga pilar, yakni peningkatan kapasitas organisasi, pendidikan militer profesional, serta kerja sama operasional.
Juru Bicara Utama Pentagon, Sean Parnell, melalui keterangan resminya memuji partisipasi Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace) dan Pasukan Stabilisasi Internasional.
Parnell juga menegaskan bahwa latihan multinasional seperti Super Garuda Shield dan pelatihan pasukan khusus akan terus diperluas dengan fokus baru pada teknologi asimetris, maritim, bawah laut, hingga sistem otonom.
6. Misi Kemanusiaan Pemulangan Jenazah Perang Dunia II
Ada sisi historis mendalam yang dibahas di Pentagon. Melansir catatan usembassy, Hegseth sangat mengapresiasi bantuan Indonesia dalam menemukan dan melindungi jenazah prajurit AS yang gugur saat Perang Dunia II.
Baca Juga: Legenda Timnas Indonesia Puji Gol Akrobatik Pemain Garuda Muda ke Gawang Timor Leste
Melalui kesepakatan baru ini, Defense POW/MIA Accounting Agency akan diizinkan untuk melanjutkan misi pencarian dan pemulihan sisa-sisa jenazah di wilayah Indonesia.
7. "Garis Awal" Hubungan Bersejarah yang Ke-75 Tahun
Menariknya, baik Hegseth maupun Sjafrie sepakat menggunakan istilah militer "garis awal" untuk menggambarkan kesepakatan ini.
Keduanya menilai pertemuan ini bukanlah puncak, melainkan titik awal mula misi besar antara dua negara besar.
Momen ini sekaligus mempertegas hubungan diplomatik AS-Indonesia yang sudah terjalin kuat selama lebih dari 75 tahun sejak 1949.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Berapa Biaya Mengundang Gus Miftah? Begini Cara Mengundang Miftah Maulana
-
Bukan Cuma Wangi! Ini Cara Memilih Parfum Sesuai Kepribadian biar Karaktermu Makin Memikat
-
Cara Memilih Sepatu Jalan yang Cocok untuk Kaki Lebar, Cek 7 Hal Penting Ini
-
Bagaimana Cara Memilih Serum yang Tepat untuk Kulit Kering? Ini 2 Pilihan Lokal Sesuai Review
-
Cair Mulai 20 Juli, Ini Cara Cek Penerima Bansos PKH-BPNT Tahap 3 2026
-
Yuk Jelajahi BRI Wellness Experience 2026, Festival Kebugaran dan Mindfulness Premium di Jakarta
-
9 Cara Mudah Membedakan Sepatu Lokal Asli vs Palsu, Jangan Sampai Tertipu!
-
Ingin Rezeki Lancar dan Tidur Nyenyak? Ini 4 Warna Kamar Tidur Pembawa Hoki Menurut Feng Shui
-
Permintaan Naik, Bagaimana Meningkatkan Produksi Kopi Tanpa Merusak Hutan dan Keanekaragaman Hayati?
-
Cushion Apa yang Tidak Oksidasi? Ini 3 Pilihan yang Dipuji Pengguna