Suara.com - Jagat media sosial Indonesia kembali diguncang oleh viralnya kasus dugaan pelecehan seksual verbal yang melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI).
Kasus ini mencuat setelah akun X @sampahfhui mengunggah serangkaian tangkapan layar percakapan grup chat yang diduga berisi komentar tidak pantas terhadap perempuan.
Bukan sekadar percakapan biasa, isi chat tersebut langsung menuai kemarahan publik.
Pasalnya, percakapan itu tidak hanya vulgar, tetapi juga menunjukkan pola pikir yang problematik, terutama terkait isu consent (persetujuan) dan objektifikasi perempuan.
Kasus ini pun menjadi sorotan luas, bukan hanya karena isi chat-nya, tapi juga karena para terduga pelaku disebut berasal dari kalangan mahasiswa hukum, yang seharusnya memahami nilai etika, hukum, dan keadilan.
Kronologi Viral: Dari Thread X hingga Investigasi Kampus
Kasus ini pertama kali mencuat pada 11–12 April 2026, ketika akun anonim @sampahfhui membagikan thread berisi screenshot percakapan grup WhatsApp mahasiswa FH UI.
Dalam waktu singkat, unggahan tersebut viral dan menyebar luas di berbagai platform media sosial. Banyak warganet yang mengecam keras isi percakapan tersebut karena dinilai melecehkan perempuan dan mengandung unsur kekerasan seksual verbal.
Beberapa poin penting dari kronologi kasus ini antara lain:
- Percakapan berasal dari grup internal mahasiswa
- Diduga melibatkan hingga 16 mahasiswa
- Sebagian anggota grup disebut memiliki posisi penting dalam organisasi kampus
- Laporan resmi masuk ke pihak fakultas pada 12 April 2026
- Pihak kampus langsung melakukan investigasi melalui Satgas PPKS
Hingga saat ini, proses penelusuran masih berlangsung, dengan janji penanganan yang transparan dan profesional dari pihak universitas.
Baca Juga: Berkaca dari Kasus Mahasiswa FH UI: Pahami Arti Consent Sebenarnya Lewat Prinsip FRIES
Isi Chat yang Viral: Dari Candaan ke Pelecehan
Yang membuat kasus ini begitu menyita perhatian adalah isi percakapan dalam grup tersebut. Berdasarkan tangkapan layar yang beredar, isi chat didominasi oleh:
1. Komentar Seksual Vulgar
Percakapan berisi kalimat berkonotasi seksual yang tidak pantas dan merendahkan perempuan. Salah satu pesan bahkan berbunyi kasar dan eksplisit, menunjukkan bentuk pelecehan verbal yang jelas.
2. Objektifikasi Perempuan
Para anggota grup diduga sering membahas tubuh perempuan, termasuk mahasiswi dan bahkan dosen, dengan cara yang tidak menghormati.
3. Distorsi Konsep Consent
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Moisturizer Apa yang Bagus untuk Mencerahkan? Ini 5 Rekomendasi Terbaik sesuai Review dan Harga
-
Apa Bedanya Bekas Jerawat PIH dan PIE? Ini Perbedaan hingga Cara Memudarkannya
-
Review Jujur Pompa Air Shimizu PS 135 E untuk Rumah Tangga, Tekanan Air Kencang Suara Halus
-
4 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Terbaik untuk Kulit Sensitif di Indonesia
-
3 Sepatu Compass Paling Laris di Shopee Sesuai Review Pembeli, Dijamin Ori
-
Gus Miftah Apakah Keturunan Kyai? Ini Silsilah Keluarga Miftah Maulana
-
Berapa Biaya Mengundang Gus Miftah? Begini Cara Mengundang Miftah Maulana
-
Bukan Cuma Wangi! Ini Cara Memilih Parfum Sesuai Kepribadian biar Karaktermu Makin Memikat
-
Cara Memilih Sepatu Jalan yang Cocok untuk Kaki Lebar, Cek 7 Hal Penting Ini
-
Bagaimana Cara Memilih Serum yang Tepat untuk Kulit Kering? Ini 2 Pilihan Lokal Sesuai Review