Suara.com - Baru-baru ini, publik dikejutkan dengan munculnya kasus yang menyeret 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) terkait dugaan pelecehan seksual.
Berawal dari unggahan tangkapan layar percakapan grup, isu ini berkembang menjadi perbincangan nasional karena memuat dugaan pelecehan seksual dan objektifikasi terhadap perempuan.
Sorotan semakin tajam ketika muncul dugaan bahwa korban dalam kasus ini mencapai 27 orang, meski hingga kini belum seluruhnya dipublikasikan secara resmi demi menjaga keamanan dan privasi pihak yang terdampak.
Berikut adalah kronologi 16 mahasiswa FH UI lakukan pelecehan seksual ke 27 korban yang mencakup ulasan bagaimana kasus ini bermula, berkembang, hingga ditangani oleh pihak kampus, dikutip dari akun X @direktoridosen.
Awal Mula Viral di Media Sosial
Kasus ini pertama kali mencuat pada 11 April 2026 ketika sebuah akun di platform X mengunggah thread berisi tangkapan layar percakapan dari grup mahasiswa FH UI.
Isi percakapan tersebut dinilai sangat bermasalah karena berisi candaan vulgar, komentar bernuansa seksual, hingga objektifikasi tubuh perempuan.
Beberapa kalimat bahkan dianggap melewati batas karena mengarah pada normalisasi kekerasan seksual. Unggahan ini dengan cepat viral dan menarik perhatian jutaan pengguna media sosial dalam waktu singkat.
Terungkap 16 Mahasiswa Terlibat
Baca Juga: Apa itu Helicopter Parenting? Dikaitkan dengan 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual
Dari tangkapan layar yang beredar, diketahui bahwa grup tersebut beranggotakan sekitar 16 mahasiswa.
Yang membuat publik semakin terkejut, beberapa nama yang muncul diduga merupakan mahasiswa aktif yang memiliki jabatan penting, seperti pengurus organisasi kemahasiswaan, ketua angkatan, hingga calon panitia kegiatan kampus.
Hal ini memicu kekhawatiran bahwa perilaku tidak pantas tersebut terjadi dalam lingkaran yang cukup berpengaruh di lingkungan mahasiswa.
Permintaan Maaf Muncul Sebelum Kasus Ramai
Sebelum kasus ini viral di media sosial, keenam belas mahasiswa tersebut ternyata sudah lebih dulu menyampaikan permintaan maaf.
Permintaan maaf itu ditulis di grup angkatan pada malam 11 April hingga dini hari 12 April 2026. Dalam pesan tersebut, mereka mengakui telah melakukan percakapan yang tidak pantas dan menyampaikan penyesalan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Rincian Besaran Gaji Ke-13 Pegawai Non-ASN 2026 Berdasarkan Jenjang Pendidikan
-
Daftar Hotline dan Bantuan Psikologis Korban Kekerasan Seksual di Depok-Jakarta
-
Dampak Psikologis Pelecehan Seksual di Grup Chat 16 Mahasiswa FH UI Pada Korban
-
BenQ Indonesia Resmi Luncurkan Monitor Khusus MacBook Pilihan Lengkap: Full Lineup MA Series
-
4 Cara Pakai Lipstik Matte agar Bibir Tidak Kering dan Pecah-Pecah
-
5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
-
Mesin Cuci Front Loading Paling Irit Merek Apa? Ini 5 Pilihan Terlaris Mulai Rp3 Jutaan
-
5 Pelembap Viva untuk Hilangkan Flek Hitam Segala Usia, Harga Mulai Rp6 Ribuan
-
5 Body Lotion Marina untuk Mencerahkan Kulit, Harga Mulai Rp12 Ribuan
-
Puteri Indonesia 2026 Jadi Arena Pemberdayaan Perempuan, Finalis Didorong Bangun Dampak Nyata