Dari Hal Kecil Menjadi Besar
Tanpa tarif, tanpa rate card, River Ranger Jakarta bergerak dari hal paling sederhana—rumah tangga. Dari memilah sampah organik sampai membawa tumbler, yang bagi mereka bukan tren, tapi respons mendesak atas bumi yang kian rapuh.
Perjalanan ini bukan sekadar menjernihkan Sungai Ciliwung. Ini tentang memulihkan relasi manusia dengan lingkungannya. Nana percaya, perubahan selalu punya titik awal, satu orang yang memilih untuk peduli, lalu menular.
“Semua langkah besar pasti dimulai dari satu langkah. Jadi kalian nggak bisa berharap banyak dari pemerintah sekarang. Kalian harus jaga diri kalian masing-masing. Be a change, jadi contoh buat orang lain, dan kamu akan rasakan semua orang akan berubah gara-gara satu orang," pesannya dengan penuh semangat.
Nana menceritakan pengalamannya setiap kali meeting dan bertemu orang, ia selalu membawa sampahnya. Alhasil, banyak orang yang bertanya dan termotivasi juga untuk mendaur ulang sampah.
"Setiap aku kemana-mana, temen aku tuh udah siap. Taruh-taruh, pisahin-pisahin, nanti mau dibawa pulang sama Nana. Dari situ pun, temen aku pastinya ikut memilah sampah. It's a ripple effect,” ujarnya.
Pada akhirnya, perjuangan ini bermuara pada satu nilai inti yang sering kali terlupakan dalam hiruk-pikuk modernitas. Sebagaimana yang ditekankan oleh Syahiq di akhir percakapan: "Kerusakan lingkungan itu bukan dari sampahnya, tapi dari rasa empati yang hilang dari manusia itu sendiri."
Penulis:
Baca Juga: Tak Sekadar Bank Sampah, Ini Kisah Kertabumi Beri Nyawa Kedua pada Limbah
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
4 Rekomendasi Sabun Cuci Muka dari Brand Lokal untuk Pudarkan Flek Hitam
-
Masih Bolak-balik Bisnis ke Indonesia, Segini Kekayaan Shin Tae-yong
-
3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak Muda di Singapura
-
Lirik Lagu Erika oleh OSD HMT ITB yang Berisi Pelecehan Seksual
-
7 Rekomendasi Parfum Heaven Scent Best Seller, Wangi Mewah Tak Harus Mahal!
-
5 Sepeda Lipat Ukuran 20 yang Nyaman dan Praktis, Mulai Rp800 Ribuan
-
Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI
-
Apa itu Objektifikasi Perempuan? Berkaca pada Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI
-
Apa Beda Whistleblower dan Justice Collaborator di Kasus Pelecehan FH UI?
-
Kreatif Saja Tak Cukup, UMK Kuliner Perlu Bimtek untuk Tembus Pasar Lebih Luas