Lifestyle / Komunitas
Rabu, 15 April 2026 | 11:30 WIB
Seorang anak yang belajar dan memperjuangkan kemerdekaan sampah bersama River Ranger Jakarta (Instagram/@riverrangerjakarta)

Dari Hal Kecil Menjadi Besar

Tanpa tarif, tanpa rate card, River Ranger Jakarta bergerak dari hal paling sederhana—rumah tangga. Dari memilah sampah organik sampai membawa tumbler, yang bagi mereka bukan tren, tapi respons mendesak atas bumi yang kian rapuh.

Perjalanan ini bukan sekadar menjernihkan Sungai Ciliwung. Ini tentang memulihkan relasi manusia dengan lingkungannya. Nana percaya, perubahan selalu punya titik awal, satu orang yang memilih untuk peduli, lalu menular.

“Semua langkah besar pasti dimulai dari satu langkah. Jadi kalian nggak bisa berharap banyak dari pemerintah sekarang. Kalian harus jaga diri kalian masing-masing. Be a change, jadi contoh buat orang lain, dan kamu akan rasakan semua orang akan berubah gara-gara satu orang," pesannya dengan penuh semangat.

Nana menceritakan pengalamannya setiap kali meeting dan bertemu orang, ia selalu membawa sampahnya. Alhasil, banyak orang yang bertanya dan termotivasi juga untuk mendaur ulang sampah.

"Setiap aku kemana-mana, temen aku tuh udah siap. Taruh-taruh, pisahin-pisahin, nanti mau dibawa pulang sama Nana. Dari situ pun, temen aku pastinya ikut memilah sampah. It's a ripple effect,” ujarnya.

Pada akhirnya, perjuangan ini bermuara pada satu nilai inti yang sering kali terlupakan dalam hiruk-pikuk modernitas. Sebagaimana yang ditekankan oleh Syahiq di akhir percakapan: "Kerusakan lingkungan itu bukan dari sampahnya, tapi dari rasa empati yang hilang dari manusia itu sendiri."

Penulis: 

Baca Juga: Tak Sekadar Bank Sampah, Ini Kisah Kertabumi Beri Nyawa Kedua pada Limbah

Load More