Suara.com - Penggunaan sunscreen menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan kulit, terutama bagi ibu hamil alias bumil.
Selama kehamilan, perubahan hormon dapat meningkatkan produksi melanin, sehingga kulit lebih rentan mengalami hiperpigmentasi seperti melasma atau "topeng kehamilan".
Paparan sinar UVA dan UVB menjadi salah satu pemicu utama kondisi ini, sehingga perlindungan ekstra dari sunscreen sangat dibutuhkan, bahkan saat beraktivitas di dalam ruangan.
Secara umum, sunscreen terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu physical sunscreen dan chemical sunscreen.
Keduanya memiliki fungsi yang sama, yakni melindungi kulit dari sinar UV, namun bekerja dengan cara yang berbeda.
Physical sunscreen, atau sering disebut mineral sunscreen, bekerja dengan membentuk lapisan pelindung di permukaan kulit.
Lapisan ini berfungsi memantulkan dan menghamburkan sinar UV agar tidak menembus kulit. Kandungan utamanya biasanya berupa zinc oxide dan titanium dioxide.
Bahan mineral ini dikenal aman, minim iritasi, dan cocok untuk berbagai jenis kulit, termasuk kulit sensitif. Karena sifatnya yang lembut, physical sunscreen sering direkomendasikan untuk anak-anak dan ibu hamil.
Sementara itu, chemical sunscreen bekerja dengan cara menyerap sinar UV, lalu mengubahnya menjadi panas sebelum dilepaskan dari kulit. Produk ini biasanya mengandung bahan seperti avobenzone, oxybenzone, octinoxate, dan octisalate.
Baca Juga: 5 Physical Sunscreen Jepang Terbaik, Andalan untuk Cuaca Panas
Teksturnya cenderung lebih ringan dan mudah meresap, sehingga nyaman digunakan sehari-hari, terutama untuk kulit berminyak atau kombinasi.
Perbedaan keduanya tidak hanya terletak pada cara kerja, tetapi juga pada waktu efektivitas dan potensi iritasi. Physical sunscreen dapat langsung bekerja setelah diaplikasikan, sedangkan chemical sunscreen membutuhkan waktu sekitar 15–20 menit sebelum memberikan perlindungan optimal.
Dari segi keamanan, chemical sunscreen berpotensi memicu iritasi pada kulit sensitif, tergantung pada kandungan bahan aktifnya.
Bagi ibu hamil, keamanan menjadi pertimbangan utama. Physical sunscreen umumnya dianggap lebih aman karena tidak menyerap ke dalam kulit, melainkan hanya bekerja di permukaan.
Selain itu, kandungan mineralnya cenderung lebih stabil dan kecil resiko efek sampingnya. Meski begitu, bukan berarti semua chemical sunscreen berbahaya.
Pemilihan produk tetap perlu memperhatikan kandungan dan konsultasi dengan tenaga medis jika diperlukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Bedak Tabur Apa yang Tahan Lama untuk Kondangan? Ini 5 Pilihannya agar Makeup Flawless
-
5 Sepeda Lipat Ukuran 24 untuk Harian, Kokoh dan Nyaman Mulai Rp800 Ribuan
-
Selain Grup Chat Mesum 16 Mahasiswa FH UI, Ini 15 Bentuk Kekerasan Seksual Lain yang Jarang Disadari
-
7 Sepeda Tangguh Tahan Banting, Sanggup Angkut Beban Hingga 150 Kg
-
Pilih yang Sesuai Kebutuhan, Ini Perbandingan Manfaat Asuransi All Risk vs TLO
-
Parfum HMNS Apa yang Wangi Tahan Lama? Cek 6 Rekomendasi Terbaiknya
-
5 Rekomendasi Moisturizer dari Brand Lokal untuk Mencerahkan Kulit
-
Alasan Pelecehan Digital Mahasiswa FH UI Disebut Kekerasan Seksual
-
Kemenkes Rilis Aturan Label Gizi, Minuman Kekinian Kini Punya Rapor dari A Hingga D
-
Mengenal Rape Culture Pyramid, Jangan seperti 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual