Lifestyle / Komunitas
Senin, 20 April 2026 | 11:40 WIB
Ilustrasi orang terkena gigitan nyamuk DBD (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Kasus DBD Maret 2026 melonjak hingga 16.000 kasus di Indonesia.
  • Kenali fase kritis saat demam turun karena risiko pecah pembuluh darah.
  • Terapkan 3M dan gunakan tanaman pengusir nyamuk untuk perlindungan rumah.

Suara.com - Memasuki masa pancaroba dengan cuaca ekstrem dan kelembapan tinggi, masyarakat diminta ekstra waspada terhadap lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Berdasarkan prediksi, puncak kasus DBD tahun ini diperkirakan terjadi pada Maret hingga Mei 2026.

Penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti ini tidak boleh dianggap remeh karena dapat berujung pada kematian.

Data Kementerian Kesehatan RI mencatat, per 1 Maret saja sudah menyentuh 16.000 kasus di 123 kabupaten dengan angka kematian mencapai 124 jiwa.

Lantas, bagaimana cara melindungi keluarga di rumah? Simak panduan lengkap mencegah DBD berikut ini.

Mengenal 3 Fase Demam Berdarah

Ilustrasi DBD. [Ist]

Sangat penting bagi Anda untuk mengenali fase DBD agar penanganan tidak terlambat.

Seringkali pasien merasa sudah sembuh, padahal justru sedang memasuki tahap paling berbahaya.

  1. Fase Demam (Hari 1-3): Tubuh mengalami demam tinggi mendadak hingga 40°C.
  2. Fase Kritis (Hari 4-5): Demam justru turun hingga 37°C. Banyak yang terkecoh mengira sudah sembuh, padahal di fase inilah risiko pecah pembuluh darah dan penurunan trombosit drastis terjadi.
  3. Fase Pemulihan (Hari 6-7): Demam kembali naik, namun diikuti dengan kenaikan trombosit secara perlahan.

Cegah DBD di Lingkungan Rumah dengan 3M

Kebersihan lingkungan adalah kunci utama. Terapkan langkah 3M ini secara konsisten di rumah.

  1. Menguras: Bersihkan bak mandi dan penampungan air minimal seminggu sekali. Gosok dinding bak untuk merontokkan telur nyamuk yang bisa bertahan hingga 6 bulan di tempat kering.
  2. Menutup: Pastikan semua tempat penyimpanan air tertutup rapat agar nyamuk tidak bisa masuk dan bertelur.
  3. Mendaur Ulang: Jangan biarkan barang bekas menumpuk dan menjadi sarang nyamuk. Olah kembali limbah yang masih bernilai ekonomis.

Langkah Perlindungan Ganda

Selain 3M, Anda bisa menambah proteksi rumah dengan cara-cara berikut:

Baca Juga: 5 Rekomendasi Setrika Hemat Listrik yang Bikin Pakaian Licin Sempurna

  1. Pelihara Ikan Pemakan Jentik: Ikan cupang atau guppy sangat efektif membasmi jentik di kolam.
  2. Tanaman Pengusir Nyamuk: Hiasi sudut rumah dengan tanaman lavender, serai wangi, atau zodia yang aromanya dibenci nyamuk.
  3. Gunakan Bubuk Abate: Taburkan larvasida (abate) di penampungan air yang sulit dikuras setiap dua bulan sekali.
  4. Cegah Akses Nyamuk: Pasang kawat kasa di ventilasi, gunakan kelambu saat tidur, dan hindari kebiasaan menggantung pakaian bekas pakai di dalam kamar.
  5. Gunakan Lotion Anti Nyamuk: Terutama saat beraktivitas di pagi atau sore hari ketika nyamuk DBD paling aktif menggigit.

Load More