Lifestyle / Male
Kamis, 23 April 2026 | 11:20 WIB
Febrio Nathan Kacaribu (Instagram)
Baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya resmi mencopot Febrio Nathan dari jabatan Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu.
  • Profil Febrio Nathan sangat mentereng, berlatar belakang akademisi UI hingga Ph.D University of Kansas.
  • Harta kekayaan Febrio mencapai Rp20,48 miliar, dengan dominasi aset berupa kepemilikan surat berharga.

Suara.com - Langkah tegas Menkeu Purbaya merombak elite Kementerian Keuangan kini menjadi sorotan tajam publik.

Pencopotan dua pejabat penting, termasuk dirjen strategis, membuat profil Febrio Nathan ramai diperbincangkan.

Keputusan ini terbilang mengejutkan mengingat rekam jejak cemerlang sang akademisi. Ia bahkan belum genap setahun menduduki kursi strategis terbarunya di kementerian tersebut.

Posisi Febrio sebagai Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal kini resmi tanggal. Nasib serupa juga dialami oleh Luky Alfirman yang sebelumnya mengawal pos Ditjen Anggaran.

Perombakan elite ini berlaku efektif sejak Selasa, 21 April 2026. Kursi yang kosong kini telah diisi sementara waktu agar roda kementerian tetap berjalan lancar.

"Sudah dikasih Plh (Pelaksana Harian) sekarang," ungkap Menteri Purbaya di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Beliau menegaskan kembali bahwa masa transisi jabatan tersebut sudah langsung berjalan. "Sudah dari kemarin sore aktif," lanjutnya kepada awak media.

Profil Febrio Nathan, Akademisi Berotak Cemerlang

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu usai acara diskusi bertajuk "Stimulus Ekonomi Bisa Dongkrak Rakyat?" di Menteng, Jakarta, Sabtu (28/6/2025). Foto-Fadil, Suara.com

Lahir di Sidikalang pada 27 Februari 1978, Febrio Nathan bukanlah sosok sembarangan di bidang ekonomi. Ia mengantongi gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 2002.

Baca Juga: Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru

Haus akan ilmu, ia kemudian terbang ke Australia untuk meraih gelar master di Australian National University. Perjalanan akademiknya terus berlanjut hingga sukses menyabet gelar Ph.D dari University of Kansas pada 2014.

Sebelum menyelami dunia birokrasi, Febrio malang melintang sebagai akademisi dan peneliti ulung. Ia tercatat pernah memimpin Riset Ekonomi Makro dan Keuangan di LPEM mulai tahun 2015.

Karier Kilat yang Kini Kandas

Keahlian mumpuninya dalam ekonomi makro hingga pemodelan bisnis membawanya masuk ke lingkaran pemerintahan. Pada 3 April 2020, ia langsung dipercaya memimpin Badan Kebijakan Fiskal (BKF).

Kariernya terus meroket tajam di lingkungan birokrasi keuangan negara. Pada 23 Mei 2025, ia baru saja dilantik sebagai Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal.

Jabatan penting itu membuatnya memegang kendali arah kebijakan ekonomi nasional secara luas. Sayangnya, belum genap satu tahun berlalu, amanah besar tersebut harus dilepaskan.

Load More