Suara.com - Memilih sepatu yang tepat bisa menentukan kenyamanan, performa, bahkan mencegah cedera saat berjalan maupun olahraga lari. Sepatu lari dirancang berbeda dari sepatu biasa karena harus mampu menyerap benturan, memberikan stabilitas, serta menyesuaikan dengan gaya dan tujuan lari seseorang.
Saat kaki menghantam permukaan jalan, tekanan yang diterima bisa mencapai beberapa kali berat badan. Tanpa bantalan (cushioning) yang memadai, risiko nyeri lutut, pergelangan kaki, hingga cedera jangka panjang bisa meningkat. Selain itu, sepatu lari juga dirancang untuk mendukung berbagai tipe lari, mulai dari lari santai, jarak jauh, hingga latihan kecepatan.
New Balance menjadi salah satu brand yang cukup konsisten menghadirkan lini sepatu lari dengan segmentasi yang jelas. NB menawarkan lini lengkap yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari lari santai hingga kompetisi.
Dalam konsep running shoe rotation, pelari disarankan menggunakan lebih dari satu jenis sepatu sesuai kebutuhan latihan. Berikut enam rekomendasi sepatu running New Balance sesuai jenis lari.
1. New Balance Fresh Foam X 1080v14 – Daily Run
Untuk kebutuhan lari harian, New Balance 1080v14 menjadi pilihan yang sangat solid. Sepatu ini dikenal sebagai “workhorse”, alias bisa diandalkan untuk berbagai kondisi latihan ringan hingga menengah.
Mengusung teknologi Fresh Foam X, bantalan sepatu ini terasa empuk namun tetap responsif. Upper-nya juga didesain lebih fleksibel dan breathable, sehingga nyaman dipakai dalam durasi lama. Cocok untuk pelari pemula hingga menengah yang mencari sepatu serbaguna.
Dari segi kenyamanan, NB 1080v14 memberikan keseimbangan antara cushioning dan stabilitas. Tidak terlalu lembek, tapi juga tidak kaku.
Harga: sekitar Rp2.800.000 – Rp3.200.000
2. New Balance Fresh Foam X More v6 – Easy Run
Jika kamu tipe pelari yang lebih suka lari santai atau easy run, seri More v6 adalah jawabannya. Sepatu ini punya salah satu bantalan paling tebal di lini New Balance.
Baca Juga: Sepatu On Cloud Seri Apa yang Paling Murah? Ini 5 Terbaik untuk Jalan Jauh dan Daily Run
Dengan stack height tinggi dan midsole super empuk, setiap langkah terasa lebih ringan dan minim tekanan. Cocok digunakan saat tubuh butuh pemulihan setelah latihan berat.
Meski sangat empuk, sepatu ini tetap stabil berkat desain platform yang lebar. Namun, karena ukurannya yang bulky, sepatu ini kurang cocok untuk lari cepat.
Harga: sekitar Rp2.900.000 – Rp3.300.000
3. New Balance FuelCell SuperComp Trainer v3 – Long Run
Untuk lari jarak jauh, kenyamanan dan efisiensi energi jadi kunci. SC Trainer v3 hadir dengan teknologi FuelCell dan pelat karbon (carbon plate) yang membantu dorongan langkah jadi lebih efisien.
Sepatu ini dirancang untuk pelari yang ingin tetap hemat energi saat menempuh jarak panjang. Bantalan yang empuk dikombinasikan dengan responsivitas tinggi membuat kaki tidak cepat lelah. Meski memiliki pelat karbon, karakter sepatu ini masih cukup nyaman untuk latihan, tidak seagresif sepatu race.
Harga: sekitar Rp3.500.000 – Rp4.000.000
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
4 Cushion Terbaik untuk Kulit Sawo Matang sesuai Review, Shade, dan Harga
-
Berapa Harga Ardiles Runergize Ori? Merek Lokal, Dokter Tirta Sebut Mirip Mizuno Wave Rebellion Pro
-
4 Sepatu Bola Nike Original Termurah di Bawah Sejuta, Cocok untuk Lapangan Rumput hingga Futsal
-
Akhir Pekan Lebih Bermakna, Nikmati Staycation Keluarga dengan Aneka Aktivitas Seru di Jakarta
-
Beda Bedak Luxcrime Ungu dan Hijau: Harga, Finishing, dan Keunggulan sesuai Jenis Kulit
-
Apa Merk Cushion yang Bagus? Ini 7 Pilihan Terbaik yang Sudah BPOM
-
5 Sepatu Lari Lokal Rp200 Ribuan dengan Review Memuaskan, Ideal Buat Easy Run
-
Sebelum Sustainability Populer, Masyarakat Indonesia Sudah Hidup Minim Sampah
-
Menanam Pohon Saja Tak Cukup: Mengapa Penghijauan Kota Bisa Gagal Mengurangi Panas?
-
Nanik S Deyang Kuliah Jurusan Apa? Resmi Dilantik Jadi Kepala BGN