Lifestyle / Komunitas
Sabtu, 25 April 2026 | 10:16 WIB
ilustrasi kekerasan pada anak (freepik)
Baca 10 detik
  • Bangunan Daycare Little Aresha Yogyakarta kini resmi disegel dengan garis polisi.

  • Trauma kekerasan pada anak usia dini berdampak buruk hingga usia dewasa.

  • Kenali tanda anak menjadi korban melalui emosi yang mendadak meledak-ledak.

Suara.com - Sebuah tempat penitipan anak (daycare) bernama Little Aresha di Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta, menjadi pusat perhatian publik setelah dugaan kasus kekerasan terhadap anak mencuat dan viral pada Jumat (24/4/2026).

Kondisi di lokasi dilaporkan mencekam dengan bentangan garis polisi (police line) yang menyegel bangunan Daycare Little Aresha.

Hingga berita ini diturunkan, pengelola belum memberikan keterangan resmi, sementara ulasan negatif warganet di Google Maps mendadak hilang tak bersisa.

Kasus ini menjadi pengingat pahit bagi orang tua. Kekerasan pada anak, terutama di usia emas (1-5 tahun) bukan perkara sepele.

Efeknya bisa membekas hingga dewasa, merusak mental, bahkan fisik.

Berdasarkan data KemenPPPA, ribuan kasus kekerasan mengintai anak usia dini setiap tahunnya.

Lantas, bagaimana orang tua bisa mendeteksi jika si kecil menjadi korban kekerasan di daycare?

Situasi Daycare Little Aresha Yogyakarta Usai Digrebek (Threads)

Melansir dari laman resmi DP3AK, berikut perubahan perilaku anak korban kekerasan yang wajib diwaspadai:

1. Emosi yang Meledak-ledak dan Sulit Dikendalikan

Baca Juga: 5 Rekomendasi Mobil Listrik 7 Seater, Kabin Lega Harga Masuk Akal

Anak yang biasanya tenang tiba-tiba menjadi sangat pemarah, sering menangis histeris, atau ketakutan tanpa alasan adalah tanda yang harus diwaspadai.

Kekerasan membuat anak sulit mengelola emosi. Trauma ini bisa bermanifestasi dalam bentuk mimpi buruk, sulit tidur, atau bahkan keinginan untuk menyakiti diri sendiri.

Jika emosi ini tertahan, saat dewasa mereka berisiko melampiaskannya pada hal negatif seperti narkoba atau alkohol sebagai pelarian.

2. Penurunan Fungsi Otak dan Sulit Fokus

Jangan anggap remeh jika anak tiba-tiba sulit diajak belajar hal baru atau tampak lemot dalam menangkap instruksi.

Penelitian menunjukkan bahwa trauma kekerasan dapat memengaruhi struktur perkembangan otak.

Load More