- Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program membekali siswa SMA/SMK keterampilan bisnis praktis melalui konsep perusahaan siswa sejak 2019.
- Kolaborasi Prestasi Junior Indonesia dan Starbucks ini melibatkan mentor profesional untuk mendampingi lebih dari 6.000 siswa di Indonesia.
- Program ini bertujuan mencetak wirausaha muda yang inovatif, adaptif, serta mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan dan ekonomi.
Suara.com - Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat, pilihan karier bagi generasi muda tidak lagi terbatas pada jalur konvensional. Wirausaha kini muncul sebagai alternatif yang tidak hanya menjanjikan secara ekonomi, tetapi juga memberi ruang bagi anak muda untuk menciptakan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya.
Inilah yang coba ditanamkan sejak dini kepada siswa SMA/SMK melalui Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program (SCYEP).
Program hasil kolaborasi antara Prestasi Junior Indonesia, Starbucks Indonesia, dan The Starbucks Foundation ini dirancang bukan sekadar mengenalkan konsep bisnis, tetapi mengajak siswa benar-benar terjun langsung membangun usaha.
Mereka tidak hanya belajar teori, melainkan menciptakan produk, mengelola keuangan, hingga memasarkan bisnis melalui konsep student company di sekolah.
Pendekatan ini menjadi penting karena kewirausahaan bukan sekadar kemampuan menghasilkan uang, melainkan juga soal membangun pola pikir.
Siswa dilatih untuk berpikir kreatif, adaptif, dan berani mengambil keputusan, keterampilan yang semakin relevan di tengah dinamika ekonomi global.
Sejak diluncurkan pada 2019, SCYEP telah menjangkau lebih dari 6.000 siswa di berbagai daerah di Indonesia. Pada tahun ajaran 2025/2026, program ini melibatkan lebih dari 1.000 siswa dari 15 sekolah di berbagai kota, mulai dari Medan hingga Jayapura.
Para siswa ini mendapatkan pendampingan langsung dari ratusan relawan yang berperan sebagai mentor bisnis.
Avolina Raharjanti, Senior General Manager Corporate Public Relation PT Sari Coffee Indonesia, menegaskan bahwa keterlibatan para relawan bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan.
Baca Juga: Literasi Keuangan Jadi Kunci Perempuan Lebih Percaya Diri Kelola Bisnis
“Sejak tahun 2011, partner Starbucks terus berkomitmen untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat sebagai bagian dari Bulan Kebaikan Global. Di kegiatan ini, lebih dari 200 partner terlibat sebagai sukarelawan untuk memberikan pendampingan terhadap siswa-siswi dalam merintis dan mengembangkan perusahaan siswa,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendampingan ini menjadi cara konkret untuk mendorong kewirausahaan sebagai pilihan karier yang menjanjikan bagi generasi muda.
Lebih jauh, program ini menggabungkan dua pendekatan pembelajaran: JA Be Entrepreneurial untuk membangun fondasi pola pikir, serta JA Company Program yang memberikan pengalaman nyata menjalankan bisnis.
Kombinasi ini dinilai efektif karena siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga merasakan langsung tantangan dunia usaha.
Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, Utami Anita Herawati, menjelaskan bahwa pendekatan tersebut dirancang agar siswa mampu mengimplementasikan ide menjadi usaha yang konkret.
“Program ini menghadirkan pendekatan pembelajaran kewirausahaan yang semakin komprehensif. Siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mengimplementasikan ide menjadi usaha nyata yang inovatif dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Lebih dari Sekadar Cantik: Mengapa Privasi Menjadi 'Kemewahan' Baru dalam Perawatan Estetika
-
Merayakan Hari Kartini, Perusahaan Wajib Bangun Ekosistem Kerja yang 'Family-Friendly' bagi Wanita
-
7 Pilihan Sepeda Gunung 26 Inch yang Paling Worth It Mulai Rp1 Jutaan, Gowes Enteng Banget
-
Silent Book Club: Ditemani Tanpa Kehilangan Ruang untuk Diri Sendiri
-
65 Persen Lembaga Keuangan Sudah Pakai AI, Apa Keuntungannya Buat Kita?
-
Jadi Tulang Punggung Ekonomi, UMKM Juga Penggerak Akses Keuangan di Masyarakat
-
Tren Bold Flavor, Toast Hitam dengan Sentuhan Gochujang hingga Buldak Ikut Meramaikan
-
5 Bedak Viva Cosmetics untuk Usia 45 Tahun ke Atas: Formula Ringan, Hasil Natural
-
Lebih Tahan Lama Lip Tint atau Lip Cream? Ini 5 Rekomendasinya yang Awet
-
Siapa Pemilik Toba Pulp Lestari? Perusahaan yang Diisukan PHK Massal 80 Persen Karyawan