- Empat pejabat Kabinet Merah Putih punya hubungan kuat dengan bisnis tambang dan sawit.
- Prabowo dan Luhut kuasai ratusan ribu hektar konsesi batubara serta kehutanan.
- Kedekatan menteri dengan bisnis nikel dan sawit picu kekhawatiran publik.
Suara.com - Komposisi Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus memantik perhatian publik. Bukan hanya soal kapasitas politik, namun kedekatan sejumlah pejabat terasnya dengan imperium bisnis ekstraktif kini menjadi perbincangan hangat.
Hal ini terungkap dalam laporan terbaru bertajuk “Laporan Ketimpangan 2026: Republik Oligarki” yang dirilis oleh Center of Economic and Law Studies (Celios) dengan mengutip data dari Jaringan Advokasi Tambang (JATAM). Suara.com telah meminta izin kepada Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira untuk menukil laporan itu.
Nama pertama tak lain adalah Presiden Prabowo Subianto. Melalui PT Nusantara Energy, Prabowo tercatat menguasai jaring bisnis batubara yang masif. Sebut saja PT Nusantara Kaltim Coal hingga PT Erabara Persada Nusantara yang mengelola puluhan ribu hektar konsesi. Tak berhenti di tambang, jejaknya juga mengakar di sektor kehutanan melalui PT Kertas Nusantara dan PT Tanjung Redeb Hutani yang menguasai lahan hingga ratusan ribu hektar.
Bergeser ke sektor agribisnis, muncul nama Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. Sosok yang lama berkecimpung di PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) ini terafiliasi dengan bisnis kelapa sawit. Meski tak memiliki saham langsung, Widiyanti menggenggam 8,14 persen saham TLDN via PT Teladan Resources.
Nama "pemain lama" Luhut Binsar Pandjaitan juga tetap kokoh dalam daftar ini. Sang Ketua Dewan Ekonomi Nasional ini identik dengan PT Toba Sejahtra. Melalui grup ini, sejumlah anak usaha seperti PT Adimitra Baratama Nusantara dan PT Indomining terus beroperasi di lahan konsesi batubara yang tersebar di Kalimantan.
Tak ketinggalan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turut memperpanjang daftar ini. Sebelum menduduki kursi birokrasi, Bahlil diketahui merupakan pemegang saham mayoritas PT Bersama Papua Unggul yang menguasai PT Meta Mineral Pradana, pemain nikel di tanah Sulawesi.
Kondisi ini memicu kekhawatiran terkait potensi konflik kepentingan. Publik kini menanti, apakah kebijakan ekonomi Kabinet Merah Putih akan berpihak pada keberlanjutan lingkungan atau justru semakin memperkokoh dominasi oligarki ekstraktif di tanah air.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan
-
Back-to-Back Juara! Kemenangan Fajar/Fikri di China Open 2026 Jadin Titik Balik Ganda Putra RI
-
Undang Wapres Hingga Dedi Mulyadi, Festival Merah Putih Kota Bogor Siap Digelar 9 Agustus
-
Kapitra Ampera Sebut Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Maling Gede
-
Misi Lahirkan Srikandi Baru, Kejurnas Panahan Junior 2026 Diikuti 906 Atlet dari 29 Provinsi
-
Penyelundupan Sabu 2 Kg dari Aceh ke Jakarta Gagal di Bandara Pekanbaru
-
Mencekam! Buaya Situ Habibi Sukabumi Terekam Menerkam Anak Sapi di Depan Wisatawan
-
Hari Mangrove Sedunia, Kilang Plaju Perkuat Komitmen Lestarikan Ekosistem Pesisir
-
Dari Gurih hingga Pedas, Menu Flavor Shake-Up Ajak Pecinta Kuliner Eksplorasi Beragam Rasa