- UMKM dan koperasi berperan sebagai pilar utama dalam transformasi ekonomi hijau yang berkelanjutan di kawasan ASEAN saat ini.
- Pakar menekankan pentingnya integrasi teknologi, pembiayaan, dan kebijakan strategis guna mempercepat transisi bisnis berkelanjutan bagi para pelaku UMKM.
- Forum di Jakarta ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengatasi tantangan awal penerapan praktik bisnis ramah lingkungan.
Suara.com - Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ternyata bisa menjadi jagoan dalam transformasi menuju ekonomi hijau di kawasan ASEAN.
Direktur, Green Innovation Cooperation Center, Kim Heesoon, menilai keberhasilan transisi ekonomi hijau tidak bisa dilepaskan dari peran UMKM dan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi di kawasan ASEAN.
"Untuk membangun ekosistem ekonomi hijau yang berkelanjutan, kolaborasi lintas sektor sangat penting, dengan UMKM dan koperasi sebagai pilar utama ekonomi ASEAN," ujarnya di Jakarta yang dikutip, Minggu (26/4/2026).
Seminar ini juga membahas berbagai strategi konkret untuk mendorong transformasi UMKM, mulai dari pemanfaatan teknologi energi terbarukan, penguatan akses pembiayaan hijau, hingga integrasi inovasi digital dalam operasional bisnis.
Meski demikian, tantangan di lapangan masih cukup besar. Salah satu sorotan utama adalah kebingungan pelaku UMKM dalam memulai langkah menuju praktik bisnis berkelanjutan.
"Bagi banyak UMKM, tantangan terbesar bukanlah kurangnya solusi, tetapi mengetahui dari mana harus memulai. Pada kenyataannya, langkah-langkah kecil dan praktis sudah dapat memberikan dampak yang berarti," jelas Analis Dekarbonisasi Bisnis di University of Oxford, Andi Darell Alhakim.
Selain itu, pentingnya integrasi antara teknologi, pembiayaan, dan kebijakan juga menjadi perhatian utama dalam mempercepat transisi hijau di kawasan.
"Memperkuat keterkaitan antara teknologi, keuangan, dan kebijakan akan menjadi kunci untuk mempercepat keberhasilan transisi hijau di Kawasan ASEAN," imbuh Lee Young-jick, Kepala ASEAN-ROK Financial Cooperation Centre.
Melalui forum ini, para pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam mendorong ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan di ASEAN.
Baca Juga: Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan
GICC pun menegaskan komitmennya untuk terus mendorong inovasi serta memperkuat kolaborasi internasional guna mendukung pengembangan ekonomi hijau di kawasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional
-
Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T
-
Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen
-
Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax
-
MBG Masuk Daerah 3T, PU Telah Bangun 22 SPPG
-
Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup
-
Kelola Transaksi, Begini Caranya Agar UMKM Bisa Pisahkan Dana Bisnis dan Pribadi
-
Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Imbau Masyarakat Sadar Tak Pindah
-
Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah
-
Singapura Buka Suara soal Aturan Ekspor Satu Pintu Danantara Sumberdaya Indonesia