Bisnis / Makro
Minggu, 26 April 2026 | 10:46 WIB
Ilustrasi UMKM. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • UMKM dan koperasi berperan sebagai pilar utama dalam transformasi ekonomi hijau yang berkelanjutan di kawasan ASEAN saat ini.
  • Pakar menekankan pentingnya integrasi teknologi, pembiayaan, dan kebijakan strategis guna mempercepat transisi bisnis berkelanjutan bagi para pelaku UMKM.
  • Forum di Jakarta ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengatasi tantangan awal penerapan praktik bisnis ramah lingkungan.

Suara.com - Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ternyata bisa menjadi jagoan dalam transformasi menuju ekonomi hijau di kawasan ASEAN.

Direktur, Green Innovation Cooperation Center, Kim Heesoon, menilai keberhasilan transisi ekonomi hijau tidak bisa dilepaskan dari peran UMKM dan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi di kawasan ASEAN.

"Untuk membangun ekosistem ekonomi hijau yang berkelanjutan, kolaborasi lintas sektor sangat penting, dengan UMKM dan koperasi sebagai pilar utama ekonomi ASEAN," ujarnya di Jakarta yang dikutip, Minggu (26/4/2026).

Seminar ini juga membahas berbagai strategi konkret untuk mendorong transformasi UMKM, mulai dari pemanfaatan teknologi energi terbarukan, penguatan akses pembiayaan hijau, hingga integrasi inovasi digital dalam operasional bisnis.

Ilustrasi pedagang UMKM (Freepik)

Meski demikian, tantangan di lapangan masih cukup besar. Salah satu sorotan utama adalah kebingungan pelaku UMKM dalam memulai langkah menuju praktik bisnis berkelanjutan.

"Bagi banyak UMKM, tantangan terbesar bukanlah kurangnya solusi, tetapi mengetahui dari mana harus memulai. Pada kenyataannya, langkah-langkah kecil dan praktis sudah dapat memberikan dampak yang berarti," jelas Analis Dekarbonisasi Bisnis di University of Oxford, Andi Darell Alhakim.

Selain itu, pentingnya integrasi antara teknologi, pembiayaan, dan kebijakan juga menjadi perhatian utama dalam mempercepat transisi hijau di kawasan.

"Memperkuat keterkaitan antara teknologi, keuangan, dan kebijakan akan menjadi kunci untuk mempercepat keberhasilan transisi hijau di Kawasan ASEAN," imbuh Lee Young-jick, Kepala ASEAN-ROK Financial Cooperation Centre.

Melalui forum ini, para pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam mendorong ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan di ASEAN.

Baca Juga: Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan

GICC pun menegaskan komitmennya untuk terus mendorong inovasi serta memperkuat kolaborasi internasional guna mendukung pengembangan ekonomi hijau di kawasan.

Load More