Lifestyle / Food & Travel
Selasa, 28 April 2026 | 13:08 WIB
KA Argo Bromo Anggrek mengalami dua kecelakaan dalam setahun terakhir. [ANTARA FOTO//Darryl Ramadhan/app/agr]
Baca 10 detik
  • KA Argo Bromo tabrak KRL di Bekasi Timur sebabkan 14 orang tewas.

  • Publik menyoroti waktu tempuh dan desakan pemisahan jalur kereta cepat-lokal.

  • Riwayat menunjukkan KA Argo Bromo terlibat 10 kali kecelakaan sejak 2000

Suara.com - Kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/04/2026) malam menyita perhatian netizen di media sosial. Publik lantas menyoroti 'seringnya' KA Argo Bromo terlibat kecelakaan dalam beberapa tahun terakhir.

Salah satu netizen yang membahas riwayat kecelakaan Argo Bromo di X adalah @udarida.

Ia membalas postingan akun resmi KAI yang meminta maaf setelah insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan CL KPB-CKR di Bekasi Timur.

Akun @udarida mengungkap bahwa Argo Bromo sudah terlibat kecelakaan dalam setahun terakhir.

Berdasarkan riwayat perjalanan Argo Bromo, pendapat @udarida cukup akurat mengingat KA tujuan Surabaya-Jakarta tersebut memang mengalami insiden pada 1 Agustus 2025 dan terbaru, 27 April 2026.

Postingan @udarida turut menyoroti jalur lintasan serta waktu tempuh yang perlu dipertimbangkan lagi.

"FYI Argo Bromo udah 2 kali kecelakaan Dalam setahun terakhir. SBY-JKT under 8 jam perlu dipertimbangkan lagi. Kalo memang mau kereta express harusnya bikin track khusus, bukan pakai jalur angkut tebu peninggalan Belanda," cuit @udarida.

Unggahan tersebut viral memperoleh ratusan retweet dan 3.900 tanda suka.

"Kayaknya kalau masalah jam tempuh nggak ada masalah ya, mereka memang jual ketepatan waktu dan durasi yang singkat. Yang perlu dipertimbangkan tuh pemisahan jalur KAJJ dan KRL waktu di Jabodetabek. Atau KAJJ premium emang harusnya punya jalur sendiri," pendapat @ci**am**r0111.

Baca Juga: Kronologi Lengkap Tabrakan Kereta di Bekasi, Berawal dari Taksi Mogok

"Infrastruktur jaringan Jalur super sibuk Jakarta - Cikarang udah harus DOUBLE DOUBLE TRACK. Sinyal kereta api udah harus realtime! Kalau ada kecelakaan dan bencana alam kereta bisa rem tanpa harus nunggu sinyal dari stasiun," cuit @he**wa**oma.

"Betul, apalagi digabung KRL. Kecelakaan ini mungkin tidak akan terjadi kalau pemerintah mengutamakan rakyat untuk membuat DDT agar KRL dan KAJJ terpisah. Tapi apalah daya, ketunda, dan mereka lebih mengutamakan Wush, MBG dan Kopdes. Padahal DDT cuma setara 5 Hari MBG," timpal @F**rd*17.

"Nggak cuma soal track dong, mobil listrik Vietnam juga salah keitungnya," pendapat @ji**o**gi.

Perlu diketahui KA Argo Bromo mempunyai waktu tempuh rata-rata pada 7 jam 45 menit dengan jarak 720 km. Kereta sudah beroperasi sejak 31 Juli 1995 sebagai pengganti Suryajaya (1994-1995).

KA Argo Bromo Terlibat Kecelakaan Berapa Kali?

Berdasarkan riwayat perjalanan, KA Argo Bromo terlibat kecelakaan sebanyak 10 kali dari tahun 2000 hingga 2006.

Insiden yang paling banyak menelan korban jiwa adalah pada 2010 dan 2016.

Pada 2 Oktober 2010, Argo Bromo Anggrek menabrak kereta api Senja Utama Semarang di Stasiun Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah. Kecelakaan tersebut menelan korban tewas puluhan orang.

Melalui laporan terbaru pada Selasa (28/4/2026) pukul 11.00 WIB, kecelakaan Argo Bromo menyebabkan 84 orang luka dan 14 meninggal dunia. Berikut riwayat insiden dan kecelakaan KA Argo Bromo:

  • 18 April 2000: KA Argo Bromo dengan dua KA lain bertabrakan di Stasiun Kosambi - Stasiun Dawuan pada km 75+300, yang terlibat yaitu KA 2002 Bajasatwa, KA 2246 Petikemas dan Kereta api Argo Bromo.
  • 27 Oktober 2003: Argo Bromo Anggrek tujuan Stasiun Gambir anjlok di km 38+420 petak Stasiun Karangjati dan Stasiun Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
  • 19 Juni 2009: Kereta pembangkit pada kereta api Argo Bromo Anggrek terbakar di Stasiun Cikampek.
  • 2 Oktober 2010: Argo Bromo Anggrek menabrak kereta api Senja Utama Semarang di Stasiun Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah. Kecelakaan mengakibatkan 36 penumpang tewas dan 26 mengalami luka parah.
  • 16 November 2012: KA Argo Bromo Anggrek anjlok di dekat Stasiun Bulakamba.
  • 9 Maret 2015: KA Argo Bromo Anggrek tujuan Surabaya - Jakarta tertemper truk Sirtu dua kilometer dari Stasiun Weleri. Seorang sopir meninggal dunia.
  • 30 April 2021: KA Argo Bromo Anggrek menabrak dua orang di Perlintasan liar tanpa palang pintu di Desa Penaruban, Weleri.
  • 6 Oktober 2024: KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Gambir–Surabaya Pasarturi menabrak sebuah truk di perlintasan sebidang antara Stasiun Bowerno dan Babat.
  • 1 Agustus 2025: KA Argo Bromo Anggrek (KA 1) relasi Surabaya Pasarturi–Gambir anjlok di emplasemen Stasiun Pegaden Baru, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
  • 27 April 2026 pukul 20.52 WIB: KA Argo Bromo Anggrek tabrakan dengan KRL CL KPB-CKR di Bekasi Timur. Update data sementara 84 orang luka dan 14 meninggal dunia.

Load More