- Diyah Kusumastuti gunakan foto fasilitas estetik untuk menipu calon orang tua.
- Realitas fasilitas Little Aresha sangat kumuh dan tidak layak bagi balita.
- Tersangka membatasi kunjungan hari Minggu guna menyulap kondisi daycare menjadi bersih.
3. Suhu Ruangan
Dalam promosinya, semua ruangan diklaim ber-AC dan memiliki sirkulasi udara yang bagus.
Saat orang tua melakukan survei di hari Sabtu atau Minggu (sesuai syarat pemilik), ruangan memang terasa sejuk dan bersih.
Faktanya ketika operasional hari kerja, AC dan kipas angin ternyata tidak dinyalakan.
Ruangan menjadi sangat panas dan pengap. Kondisi, dinding kamar ternyata sangat lembap dan lantai kotor, kondisi yang sangat tidak sehat untuk pernapasan balita.
4. Dapur dan Makanan
Tak luput, admin LIttle Aresha juga akan mengirimkan foto dapur yang bersih dan rapi.
Faktanya, ketika digerebek, kondisi dapur jauh dari kata layak.
Dapur tampak kotor dan berantakan dengan sisa makanan anak-anak di dalam 2 ember.
Baca Juga: Gambar Karya Anaknya 2 Minggu Lalu Mirip Kecelakaan KRL Bekasi, Seorang Ibu Minta Maaf
5. Kebersihan Kamar Mandi
Admin Little Aresha juga akan mengirimkan kondisi kamar mandi daycare yang terlihat sangat bersih.
Bahkan, pihak Little Aresha juga menjanjikan fasilitas mandi yang baik untuk anak-anak.
Kamar mandi aslinya terlihat seolah tidak terawat. Janji adanya air hangat pun hanya isapan jempol belaka karena anak-anak terpaksa mandi dengan air dingin di lingkungan yang tidak higienis.
Taktik Manipulasi Hari Minggu
Terbongkarnya perbedaan drastis ini menjelaskan mengapa Diyah Kusumastuti hanya memperbolehkan orang tua melakukan cek lokasi di hari Minggu dengan perjanjian khusus.
Diduga kuat, pada hari Minggu itulah daycare disulap menjadi bersih dan rapi demi mengelabui calon korban.
Namun begitu hari Senin tiba dan orang tua pergi bekerja, tempat tersebut kembali menjadi ruang penyiksaan yang kumuh bagi anak-anak tak berdosa.
Berita Terkait
-
Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK
-
Kekerasan Balita di Penitipan Anak Jogja, IDAI: CCTV Daycare Harus Dipantau Orangtua!
-
Trik Manipulasi Diyah Kusumastuti untuk Jerat Orang Tua Titipkan Anak di Daycare Little Aresha
-
Tak Hanya Kekerasan Anak, LPSK Endus Dugaan Penipuan hingga Malapraktik di Daycare Little Aresha
-
Berhenti Menyalahkan Ibu: Tragedi Daycare Bukan Salah Mereka, Tapi Kegagalan Sistem!
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Polda Jateng Selidiki Kematian Dugaan Bunuh Diri Taruna Akpol: Baru Ikuti Pembukaan Pendidikan
-
Menguji Klaim Sudaryono, Benarkah Membandingkan Sekolah Rusak dengan MBG Tak Fair?
-
Gandeng Produser TWICE, Shi Shi Siap Go International Lewat EP 'The Taste Of...'
-
Digerebek Tanpa Busana di Kontrakan, 3 Pria Diduga Pesta Gay di Citeureup Diarak Warga
-
Batik Ciprat Buka Harapan Baru bagi Penyandang Disabilitas di Banyuwangi
-
Meki Nawipa: Pendapatan Daerah Papua Tengah Lampaui Target, PAD Tumbuh hingga 114,5 Persen
-
Ironi Pajak vs Korupsi: Kemewahan yang Dibayar dari Keringat Rakyat
-
Bank Neo Commerce Raup Laba Rp294,85 Miliar di Semester I-2026
-
Pembukaan MPLS, Orang Tua Siswa Terharu Anaknya Masuk Sekolah Rakyat
-
Petani Tembakau Ingatkan Pemerintah akan Ada 'Tsunami Ekonomi'