- Diyah Kusumastuti gunakan foto fasilitas estetik untuk menipu calon orang tua.
- Realitas fasilitas Little Aresha sangat kumuh dan tidak layak bagi balita.
- Tersangka membatasi kunjungan hari Minggu guna menyulap kondisi daycare menjadi bersih.
Suara.com - Kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha yang telah menjadi sorotan semakin menyingkap tabir Diyah Kusumastuti sebagai Ketua Yayasan dalam menjalankan bisnis penitipan anak tersebut.
Tak hanya soal peran Diyah Kusumastuti yang memerintahkan pengasuh untuk mengikat anak-anak, janji manis dan trik manipulasi Ketua Yayasan Little Aresha tersebut tak boleh luput untuk diketahui publik.
Selain mengiming-imingi orangtua murid fasilitas yang premium dan program pembelajaran yang bagus, orangtua murid juga merasa tertipu dengan pencitraan yang dibangunnya melalui admin Little Aresha ketika menunjukkan kondisi dalam daycare dan kondisi dalam daycare ketika orangtua survei tempat.
Pada saat orangtua hendak mendaftarkan anaknya, admin Little Aresha selalu mengirimkan foto estetik berupa setiap sudut ruangan di sana beserta fasilitasnya yang lengkap.
Berikut perbandingan kondisi Little Aresha antara ekspektasi saat promosi vs realitas setelah anak masuk:
1. Fasilitas Tidur
Saat pertama kali bertanya soal fasilitas, orang tua pasti akan dikirimi foto kamar tidur yang sangat nyaman untuk anak-anak oleh admin Little Aresha.
Foto tersebut memperlihatkan tempat tidur lengkap dengan kasur, alas kasur yang rapi, bantal, serta pendingin ruangan (AC) yang sejuk. Begitu pula ketika orangtua survei langsung ke lokasi.
Kenyataannya setelah anak resmi dititipkan, fasilitas kamar layak huni itu justru tak sesuai.
Baca Juga: Gambar Karya Anaknya 2 Minggu Lalu Mirip Kecelakaan KRL Bekasi, Seorang Ibu Minta Maaf
Anak-anak dibiarkan tidur di lantai yang dingin. Beberapa hanya diberi alas matras puzzle tipis tanpa kasur maupun bantal.
2. Kapasitas Ruangan
Pihak Little Aresha melalui foto yang kirimnya pertama kali hendak mendaftar juga menjanjikan ruang belajar dan bermain yang aman, nyaman, dan luas bagi bayi maupun toddler di sana.
Begitu pula ketika orangtua melakukan survei ke tempat, kondisi ruang bermain daycare Little Aresha terlihat sangat bersih, rapi dan dingin karena ber-AC.
Faktanya, sebanyak 20 anak dipaksa masuk ke dalam satu kamar sempit berukuran hanya 3x3 meter.
Bayangkan, balita dan bayi berdesakan di ruangan sekecil itu tanpa sirkulasi udara yang memadai.
Berita Terkait
-
Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK
-
Kekerasan Balita di Penitipan Anak Jogja, IDAI: CCTV Daycare Harus Dipantau Orangtua!
-
Trik Manipulasi Diyah Kusumastuti untuk Jerat Orang Tua Titipkan Anak di Daycare Little Aresha
-
Tak Hanya Kekerasan Anak, LPSK Endus Dugaan Penipuan hingga Malapraktik di Daycare Little Aresha
-
Berhenti Menyalahkan Ibu: Tragedi Daycare Bukan Salah Mereka, Tapi Kegagalan Sistem!
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
BGN Curiga Ada Oknum di Balik Dana Rp311,2 Miliar Nyasar ke Rekening SPPG Bermasalah
-
Reuni Taufik Hidayat vs Lin Dan di Jakarta! 7 Peraih Emas Olimpiade Ramaikan Shuttle Open 2026
-
Heboh Isu Nikita Mirzani Diintimidasi di Penjara, Pihak Rutan Buka Suara
-
Bukan Sekadar Jago Debat, Ini Cara Mencetak Calon Diplomat dan Pemimpin Masa Depan Sejak Dini
-
Bulog Edukasi Masyarakat Kenali Mutu Beras, Pastikan Masyarakat Mendapatkan Informasi Tepat
-
Lari Sambil Selamatkan Bumi, PLN Electric Run 2026 Punya Misi Pangkas 24 Ton Emisi Karbon
-
Menteri Ekraf Melihat Langsung Dapur Kreatif Industri Kecantikan di Malang
-
Kejagung Periksa Saksi Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Lima Mangkir dari Panggilan
-
Surat dari Pram: Kumpulan Surat untuk Sang Terkasih, Jenaka Aryadiningrat
-
Memahami Institusi Pendidikan di Era Digital, Jangan Hanya Percaya Hasil Pencarian