Lifestyle / Komunitas
Kamis, 30 April 2026 | 15:26 WIB
Ilustrasi Hari Buruh. (Freepik)

Setelah masa transisi di bawah kendali PBB, tepat pada 1 Mei 1963, UNTEA secara resmi menyerahkan administrasi Papua Barat sepenuhnya kepada pemerintah Indonesia.

Penyerahan ini menandai berakhirnya penjajahan Belanda di Nusantara. Bendera Merah Putih pun berkibar gagah di bumi Cendrawasih, menggantikan bendera Belanda.

Peringatan ini menjadi pengingat akan pentingnya persatuan nasional dan penghormatan atas pengorbanan para pahlawan yang memastikan Papua tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari pangkuan Ibu Pertiwi.

Hari Buruh

Sejumlah massa buruh melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Senin (1/5/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh setiap 1 Mei memiliki akar sejarah yang mendalam.

Momen ini lahir dari perjuangan kelas pekerja untuk mendapatkan hak-hak dasar yang manusiawi.

Tragedi Haymarket

Latar belakang utamanya adalah peristiwa Tragedi Haymarket di Chicago, Amerika Serikat, pada Mei 1886.

Kala itu, ribuan buruh melakukan aksi demonstrasi besar-besaran untuk menuntut pengurangan jam kerja menjadi 8 jam sehari.

Sebelum gerakan ini masif, buruh sering kali dipaksa bekerja hingga 12 atau 16 jam sehari dalam kondisi yang buruk dan berbahaya.

Baca Juga: 1 Mei Bank Buka atau Tidak? Ini Daftar Lengkap Libur Bank Mei 2026

Aksi yang awalnya damai tersebut berubah menjadi konflik berdarah antara massa dan pihak kepolisian.

Ledakan bom dan kerusuhan menyebabkan banyak korban jiwa, baik dari kalangan buruh maupun aparat.

Peristiwa memilukan ini kemudian menjadi simbol perlawanan buruh sedunia terhadap eksploitasi.

Pengakuan Global

Pada tahun 1889, melalui Kongres Sosialis Internasional di Paris, tanggal 1 Mei ditetapkan sebagai hari libur bagi para buruh dan menjadi momentum solidaritas internasional.

Adapun di Indonesia sendiri, Hari Buruh sempat dilarang pada masa Orde Baru karena dikaitkan dengan paham tertentu.

Load More