- Tiga penumpang kapal MV Hondius meninggal dunia di Samudra Atlantik akibat dugaan infeksi virus hantavirus sejak Maret 2026.
- Hantavirus menular melalui kontak dengan hewan pengerat dan tidak menyebar antarmanusia dengan mudah.
- Pemerintah meminta masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.
Suara.com - Dugaan wabah hantavirus menewaskan tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik menjadi viral di media sosial Indonesia.
Banyak netizen bertanya-tanya: Apakah wabah hantavirus ini sudah masuk ke Indonesia? Apakah ada risiko wabah besar di tanah air? Mari kita bahas secara faktual dan mendalam.
Apa yang Terjadi di Kapal Pesiar MV Hondius?
Kapal pesiar MV Hondius yang dioperasikan oleh Oceanwide Expeditions (berbendera Belanda) berangkat dari Ushuaia, Argentina, sekitar 20 Maret 2026, dengan sekitar 150-170 penumpang dan kru dari berbagai negara.
Pelayaran menuju Cape Verde di lepas pantai Afrika Barat ini melibatkan rute yang melewati Antartika dan Kepulauan Falkland.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan otoritas kesehatan Afrika Selatan, tiga orang meninggal dunia akibat dugaan infeksi hantavirus. Korban termasuk pasangan suami-istri asal Belanda berusia 70 dan 69 tahun, serta satu orang lainnya.
Setidaknya satu hingga dua kasus telah terkonfirmasi positif hantavirus melalui laboratorium, sementara beberapa kasus lainnya masih diselidiki.
Satu penumpang dirawat intensif di Afrika Selatan, dan evakuasi medis sedang dilakukan. Kapal sempat dilarang merapat di Cape Verde sebagai langkah pencegahan.
Hantavirus adalah kelompok virus yang dibawa oleh hewan pengerat (rodent-borne), terutama tikus. Penularan ke manusia biasanya terjadi melalui inhalasi aerosol urine, feses, atau air liur tikus yang terkontaminasi, bukan penularan antarmanusia secara mudah.
Baca Juga: Indonesia Rawan Jadi 'Sarang Sunyi' Penyakit Hantavirus, Epidemiolog Soroti Lemahnya Surveilans
Gejala awal hantavirus mirip flu: demam, sakit kepala, mual, lalu bisa berkembang menjadi sindrom paru hantavirus (HPS) dengan gangguan pernapasan parah atau sindrom demam berdarah dengan gagal ginjal (HFRS). Tingkat kematian bisa mencapai 30-40 persen pada kasus parah.
Situasi Hantavirus di Indonesia
Tidak ada wabah hantavirus yang sedang berlangsung di Indonesia terkait kasus kapal pesiar ini. Kasus di Atlantik terjadi jauh dari wilayah Indonesia dan tidak ada indikasi penyebaran ke Asia Tenggara saat ini.
Risiko penularan dari kapal tersebut ke Indonesia sangat rendah karena kapal berada di Samudra Atlantik dan penularan utamanya bukan antarmanusia.
Namun, Indonesia bukan sepenuhnya bebas dari hantavirus. Pada pertengahan 2025, Kementerian Kesehatan melaporkan delapan kasus hantavirus tipe HFRS di empat provinsi: Yogyakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara. Semua pasien sembuh.
Kasus-kasus ini bersifat sporadis dan terkait paparan lokal dengan tikus, bukan wabah besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
5 Foundation Stick 'Dupe' Dior yang Bikin Wajah Auto Mulus, Harga Mulai Rp40 Ribuan
-
5 Weton Paling Ditakuti Makhluk Halus Menurut Primbon Jawa
-
8 Hal yang Harus Dipersiapkan saat Pemadaman Listrik Bergilir
-
Hari Susu Sedunia 2026: Kebiasaan Kecil Minum Susu yang Bisa Berdampak Besar bagi Kesehatan
-
Keliling Jakarta Tanpa Takut Sinar UV, Menemukan Cerita di Setiap Sudut Kota
-
Silsilah Keluarga Roy Suryo, Keturunan Keraton Mana?
-
Bukan Sekadar Game, eSports Jadi Pintu Masuk Literasi Finansial dan Transformasi Digital
-
5 Moisturizer Anak untuk Mencerahkan Kulit Wajah yang Kusam dan Sensitif
-
5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat
-
3 Shio yang Beruntung Selama 22-28 Juni 2026, Rezeki Datang Bertubi-tubi