Bisnis / Energi
Jum'at, 01 Mei 2026 | 12:36 WIB
PT Pertamina Patra Niaga berhasil menurunkan emisi lebih dari 13.000 ton CO2 melalui program green shipping hingga Maret 2026. [Dok Pertamina]
Baca 10 detik
  • PT Pertamina Patra Niaga berhasil menurunkan emisi lebih dari 13.000 ton CO2 melalui program green shipping hingga Maret 2026.
  • Penurunan emisi tersebut dicapai melalui optimalisasi kecepatan kapal, penggunaan desain eco ship, serta sistem pemantauan energi yang terintegrasi.
  • Langkah strategis ini dilakukan untuk menjaga distribusi energi nasional sekaligus mendukung kelestarian ekosistem laut dan transisi energi berkelanjutan.

Suara.com - PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Subholding Downstream Pertamina mengekklaim berhasil menurunkan emisi lebih dari 13.000 ton CO2 hingga Maret 2026 melalui implementasi green shipping untuk distribusi energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Melalui optimalisasi operasional dan pemanfaatan teknologi yang lebih efisien, kami tidak hanya menekan emisi, tetapi juga memastikan keandalan distribusi energi nasional tetap terjaga,” ujar Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga Arif Yunianto di Jakarta, Jumat.

Capaian tersebut berasal dari berbagai inisiatif efisiensi operasional armada, di antaranya penerapan speed optimization yang berkontribusi menurunkan emisi sebesar 8.161 ton CO2e, serta penerapan desain kapal ramah lingkungan (eco ship design) yang memberikan tambahan penurunan emisi sebesar 4.862 ton CO2e.

Arif menyampaikan bahwa penguatan green shipping menjadi langkah strategis perusahaan dalam menjawab tantangan keberlanjutan sektor energi dan maritim.

Implementasi green shipping dilakukan secara menyeluruh, mencakup optimalisasi kecepatan pelayaran, pemilihan rute yang lebih efisien, hingga pemanfaatan teknologi dan desain kapal yang mendukung efisiensi energi.

Pendekatan itu memungkinkan pengurangan konsumsi bahan bakar sekaligus menekan emisi secara signifikan.

Selain itu, pengelolaan energi dilakukan melalui sistem pemantauan terintegrasi yang memungkinkan evaluasi berkelanjutan terhadap performa operasional kapal, sehingga efisiensi energi dapat terus ditingkatkan secara konsisten.

Upaya itu juga diperkuat dengan praktik operasional berkelanjutan lainnya, seperti pemeliharaan badan kapal untuk mengurangi hambatan saat berlayar (hull performance maintenance), serta pengelolaan limbah dan air kapal secara bertanggung jawab guna menjaga kelestarian ekosistem laut.

Melalui implementasi green shipping yang terintegrasi, ia mengatakan PT Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi nasional sekaligus mendorong terciptanya sektor maritim yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Baca Juga: Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala

Load More