-
Dampak Rupiah melemah memicu kenaikan harga sembako dan pangan impor.
-
Biaya transportasi meningkat akibat dampak Rupiah melemah pada sektor logistik.
-
Pelaku UMKM terancam gulung tikar imbas dampak Rupiah melemah saat ini.
Suara.com - Nilai tukar rupiah yang melemah belakangan ini mulai membuat masyarakat Indonesia khawatir.
Pasalnya, anjloknya kurs rupiah berdampak langsung pada kenaikan harga kebutuhan pokok atau sembako.
Saat ini, nilai tukar rupiah terpantau merosot hingga menyentuh angka Rp17.600 per satu dolar AS.
Kondisi ini dipicu oleh ketidakpastian global akibat memanasnya konflik di Timur Tengah.
Akademisi dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, Rijadh Djatu Winardi dilansir dari laman resmi UGM menyebut kondisi ini sebagai "perfect storm" atau badai yang sempurna.
Menurutnya, pelemahan ini terjadi karena akumulasi tekanan global dan domestik secara bersamaan.
Meskipun Presiden RI Prabowo Subianto beranggapan nilai tukar rupiah yang melemah tak akan berdampak pada masyarakat, terutama masyarakat desa karena tak memakai dolar untuk transaksi.
Namun, nilai tukar rupiah melemah tetap akan berdampak pada kebutuhan bahan pokok masyarakat Indonesia seperti berikut ini.
1. Harga Pangan Impor Naik
Indonesia masih sangat bergantung pada bahan baku impor seperti gandum dan kedelai.
Baca Juga: Gohan Buat Haru Penonton, Ini 5 Rekomendasi Film untuk Libur Panjang
Jika rupiah melemah, otomatis harga beli bahan baku ini membengkak.
Produk turunan seperti tahu, tempe, roti, hingga mi instan bakal mengalami lonjakan harga yang signifikan.
2. Biaya Logistik dan BBM Ikut Terkerek
Jangan kaget jika harga sayur-mayur di pasar ikut naik meski dipetik di tanah sendiri.
Hal ini disebabkan biaya operasional transportasi dan logistik ikut naik.
Harga bahan bakar minyak (BBM) global diperdagangkan dalam dolar, sehingga ongkos kirim sembako dari produsen ke pasar menjadi lebih mahal.
Berita Terkait
-
Prabowo Sebut Warga Desa Gak Pakai Dolar: Benarkah Aman dari Dampak Rupiah Melemah?
-
Tentang Dolar dan Orang Desa: Meluruskan Logika Pidato Presiden di Nganjuk
-
IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor
-
3 Zodiak Diprediksi Beruntung 18-24 Mei 2026, Masa Sulit Mulai Berakhir
-
Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Bocoran Xiaomi 18 Versi Standar Baru, Siap Meluncur Desember Nanti!
-
Kado Merdeka di Balik Jeruji: 718 Napi Lapas Bandar Lampung Dapat Remisi, Satu Orang Langsung Pulang
-
6 Cara Membaca Birth Chart Astrologi untuk Pemula, Mulai dari Big Three
-
Tiru Sukses India, Gerindra Beberkan Alasan Prabowo Perjuangkan Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora
-
BBRI Diborong Saat IHSG Melemah, Analis Ungkap Proyeksi Pasar Saham Hari Ini
-
Wall Street Melemah, IHSG Diproyeksi Sideways Cenderung Menguat Hari Ini
-
5 Cara Touch Up Bedak Padat di Atas Makeup yang Mulai Luntur agar Wajah Kembali Flawless
-
Apes! Peras Pemain Judol, Dua Polisi di Gresik Malah Dikepung Massa
-
Kantor dan Sekolah Boleh WFH atau PJJ 18 Agustus, Ini Skema dari Pemerintah
-
Menteri Pigai Persilakan Masyarakat Papua Lawan Ketidakadilan: Jangan Pernah Takut!