Suara.com - Sebanyak 7 pemerintah daerah, dinas, dan instansi menandatangani kerja sama strategis dengan Nyalanesia dalam gelaran Literacy Collaboration Forum, bagian dari rangkaian Festival Literasi Nasional (FLN) 2026, di Pendopo Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Surakarta.
Mengusung semangat “10 Tahun Bergerak, Terbitkan Dampak”, forum ini menjadi ruang pertemuan lintas disiplin bagi para pemangku kepentingan pendidikan dan literasi, mulai dari pemerintah kota/kabupaten, dinas pendidikan, instansi daerah, tokoh publik, penggerak literasi, mitra strategis, hingga perusahaan yang memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan.
Literacy Collaboration Forum dirancang sebagai momentum untuk memperkuat jejaring, memperluas dampak gerakan literasi, sekaligus membuka peluang kolaborasi baru antara Nyalanesia dan berbagai pihak di Indonesia.
Rangkaian acara dimulai dengan registrasi tamu undangan yang disambut alunan musik keroncong, suasana hangat makan malam bersama, serta pertunjukan tari pembuka. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi sambutan, seremoni perayaan 10 tahun Nyalanesia, peluncuran NyalaApps, penandatanganan kerja sama strategis, pelantikan Sosialisator Program Literasi Nasional, serta talkshow “Cerita Baik Pendidikan Daerah.”
Dalam sambutan Wali Kota Surakarta yang dibacakan oleh Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surakarta, Pemerintah Kota Surakarta menyampaikan apresiasi atas konsistensi Nyalanesia dalam membangun gerakan literasi selama satu dekade terakhir.
“Nyalanesia selama 10 tahun terakhir menjadi contoh bagaimana gerakan masyarakat dapat memberi kontribusi besar terhadap kemajuan pendidikan Indonesia. Konsistensi dalam membangun ekosistem literasi hingga menjangkau ribuan sekolah merupakan capaian yang patut diapresiasi bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Imam Subchan, Project Manager FLN 2026, menyampaikan bahwa Literacy Collaboration Forum bukan hanya rangkaian pembuka Festival Literasi Nasional, melainkan ruang perjumpaan untuk saling mendengar, saling belajar, dan membangun kolaborasi yang lebih berdampak bagi pendidikan Indonesia.
Menurutnya, literasi tidak dapat tumbuh hanya dari satu institusi. Literasi membutuhkan ekosistem yang melibatkan sekolah, guru, kepala sekolah, pemerintah daerah, komunitas, perguruan tinggi, dunia usaha, dan seluruh pihak yang memiliki kepedulian yang sama.
“Perubahan besar dalam pendidikan tidak pernah lahir dari satu tangan, tetapi dari banyak tangan yang memilih bergandengan,” ujarnya.
Baca Juga: Nyalanesia Tawarkan Solusi untuk Atasi Krisis Upah Guru Honorer
Momentum 10 tahun Nyalanesia juga ditandai dengan sambutan Lenang Manggala, Founder dan CEO Nyalanesia. Dalam kesempatan tersebut, Lenang menyampaikan bahwa perjalanan Nyalanesia selama satu dekade tidak hanya dapat dilihat dari angka capaian, tetapi juga dari perubahan nyata yang tumbuh pada diri anak-anak Indonesia.
“Yang ingin saya sampaikan adalah bahwa dampak Nyalanesia itu bukan hanya angka-angka yang mungkin sudah sering dipaparkan, tapi juga anak-anak yang ternyata mereka bisa berpikir, mereka bisa menulis, dan pada merekalah kita harapkan masa depan yang lebih baik untuk Indonesia akan datang,” ujar Lenang.
Acara dilanjutkan dengan pemutaran video Launching Nyalanesia Apps sebagai bagian dari penguatan ekosistem digital Nyalanesia dalam memperluas akses literasi, pembelajaran, karya, dan kolaborasi pendidikan.
Helmy Yahya, tokoh komunikasi, kreator, penulis, sekaligus Business Advisor Nyalanesia, turut menegaskan pentingnya kolaborasi jangka panjang dalam membangun masa depan pendidikan Indonesia.
“Mari kita jadikan kolaborasi bukan sekadar seremoni, tetapi komitmen jangka panjang untuk membangun generasi
Indonesia yang lebih cerdas, kreatif, berkarakter, dan berdaya saing,” tutur Helmy.
Ia juga menekankan bahwa investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalah investasi pada manusia. Menurutnya, gerakan literasi seperti yang dibangun Nyalanesia menjadi penting karena pendidikan hari ini perlu hadir lebih relevan, kreatif, kolaboratif, dan dekat dengan kehidupan generasi muda.
Berita Terkait
-
Rayakan 10 Tahun Nyalanesia, FLN 2026 Siap Digelar di Surakarta
-
Denpasar dan Nyalanesia Lanjutkan Kerja Sama Pengembangan Literasi hingga Tahun 2030
-
Olimpiade Literasi-Numerasi Nasional Berbasis Game Pertama di Indonesia Meluncur dari Nyalanesia
-
Nyalanesia Tawarkan Solusi untuk Atasi Krisis Upah Guru Honorer
-
Disdikbud Batang Hari Gandeng Nyalanesia Selenggarakan Festival Literasi Batang Hari 2023
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
35 Ucapan Idul Adha 2026 dalam Bahasa Inggris dan Maknanya yang Mendalam
-
Tren Ngemil On The Go Meningkat, Camilan Kulit Ayam Kembali Naik Daun
-
Niat Salat Idul Adha 2026 Sebagai Imam dan Makmum, Lengkap Tata Caranya
-
Profil dan Kekayaan Wamentan Sudaryono, Pria yang Sebut Jutaan Petani 'Happy' Rupiah Melemah
-
Sholat Idul Adha Jam Berapa? Catat Jadwal Lengkap di Alun-Alun Kidul Jogja 2026
-
7 Kali Takbir Idul Adha Baca Apa? Ini Bacaan Takbirnya
-
Info Jadwal Sholat Idul Adha di Masjid Istiqlal, Lengkap dengan Aturannya dan Alur Masuknya
-
Gelas Reusable Tak Selalu Lebih Ramah Lingkungan, Ini Temuan Peneliti
-
Promo Superindo Sambut Iduladha, Diskon Besar Perlengkapan Bakar-bakaran
-
45 Ucapan Selamat Idul Adha 2026 yang Islami Menyentuh Hati, Cocok Untuk Keluarga dan Grup WA