Lifestyle / Komunitas
Senin, 25 Mei 2026 | 08:25 WIB
Global Sumud Flotilla (dok. Global Sumud Flotilla)
Baca 10 detik
  • Sembilan WNI aktivis dan jurnalis berpartisipasi dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Jalur Gaza.
  • Militer Israel mencegat kapal misi tersebut di perairan internasional dekat Siprus pada tanggal 18 Mei 2026.
  • Setelah ditahan dan mengalami kekerasan, sembilan WNI berhasil dibebaskan serta dipulangkan ke Indonesia melalui Turki pada Mei 2026.

Suara.com - Pada Mei 2026, Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menjalankan misi armada kapal sipil yang bertujuan memecah blokade Israel terhadap Gaza dan mengantarkan bantuan kemanusiaan. Di antara ratusan aktivis dari berbagai negara, sembilan warga negara Indonesia (WNI) menjadi sorotan setelah kapal-kapal mereka dicegat militer Israel di perairan internasional dekat Siprus pada 18 Mei 2026.

9 WNI Global Sumud Flotilla ini terdiri dari empat jurnalis dan lima aktivis kemanusiaan. Mereka sempat ditahan selama beberapa hari sebelum akhirnya dibebaskan dan dipulangkan ke Indonesia melalui Turki.

Misi Global Sumud Flotilla 2.0 ini melibatkan puluhan kapal dari berbagai negara yang berangkat dari Turki dengan tujuan mengirimkan bantuan medis, makanan, dan kebutuhan dasar lainnya ke Gaza yang sedang mengalami krisis kemanusiaan akibat konflik berkepanjangan.

Indonesia turut berpartisipasi melalui Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) atau Sumud Nusantara. Para relawan ini berlayar dengan semangat solidaritas, meski menyadari risiko tinggi di perairan Mediterania Timur.

Berikut adalah daftar kesembilan WNI yang sempat ditangkap Israel beserta peran mereka:

1. Andre Prasetyo Nugroho (Jurnalis Tempo TV) – Salah satu yang paling sering disebut dalam pemberitaan. Ia berada di kapal Ozgurluk dan sempat melaporkan kondisi pelayaran sebelum komunikasi terputus.

2. Bambang Noroyono (Jurnalis Republika) – Aktif meliput misi ini dan sempat merekam pernyataan darurat saat ditangkap.

3. Thoudy Badai (Jurnalis Republika) – Turut menjadi bagian dari tim jurnalis yang mendokumentasikan perjalanan armada.

4. Rahendro Herubowo (Jurnalis) – Ikut dalam rombongan peliputan di salah satu kapal yang dicegat.

Baca Juga: Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir

5. Andi Angga Prasadewa (Aktivis) – Perwakilan aktivis filantropi yang berada di Kapal Josef.

6. Herman Budianto Sudarsono (Aktivis) – Terlibat dalam koordinasi bantuan kemanusiaan.

7. Ronggo Wirasanu (Aktivis) – Salah satu relawan yang berangkat lebih awal ke Turki.

8. As’ad Aras Muhammad (Aktivis) – Aktivis yang mendukung misi solidaritas Global South.

9. Hendro Prasetyo (Aktivis) – Turut serta dalam upaya pengiriman bantuan.

Pencegatan terjadi secara bertahap mulai 18 Mei 2026. Lima WNI ditangkap pada hari pertama, diikuti yang lain pada hari-hari berikutnya. Seluruhnya kemudian dibawa ke Pelabuhan Ashdod, Israel.

Load More