- Relawan Global Sumud Flotilla tiba di Indonesia pada 24 Mei 2026 setelah empat hari ditahan militer Israel.
- Maimon Herawati mengungkap penderitaan sembilan ribu warga Palestina, termasuk tenaga medis dan anak-anak, di dalam penjara Israel.
- Israel menerapkan penahanan administratif untuk menyekap warga Palestina tanpa proses hukum yang jelas serta melakukan tindak penyiksaan.
Suara.com - Empat hari mendekam di balik jeruji besi militer Israel menjadi memori paling kelam bagi para relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.
Namun, di balik trauma penyiksaan yang mereka alami, tersimpan potret yang jauh lebih mengerikan mengenai nasib ribuan warga Palestina yang hingga kekinian masih berada dalam penjara.
Steering Committee Global Sumud Flotilla, Maimon Herawati, membeberkan kesaksian mencekam setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (24/5/2026).
Ia menegaskan bahwa apa yang dialami para relawan dunia belum sebanding dengan penderitaan sembilan ribu rakyat Palestina yang menjadi penghuni tetap "lubang hitam" hukum tersebut.
“Pada saat teman-teman kami di dalam penjara empat hari, yang harus kita lihat 9 ribu lebih bangsa Palestina masih mendekam dalam penjara. Penyiksaan yang dialami oleh teman-teman saya, itu belum seberapa (dengan) penyiksaan yang dialami oleh bangsa Palestina,” ujar Maimon.
Maimon salah satunya menyoroti tindakan keji Israel yang menyasar tenaga medis. Ia mencontohkan kasus dr. Husam Abu Safiya, pemimpin Rumah Sakit Kamal Adwan, yang hingga kini masih ditawan.
“dr Husam Abu Safiya, pemimpin Rumah Sakit Kamal Adwan sampai sekarang masih dipenjara. Alasannya apa? Karena beliau menolak menghentikan perawatan kepada bangsa Palestina,” jelasnya.
Bahkan, Maimon mengungkap sebuah tragedi kemanusiaan yang menimpa seorang dokter bernama Adnan Al-Bursh. Dokter tersebut dilaporkan meninggal dunia akibat kekerasan seksual yang dialaminya saat berada di dalam penjara.
Ia pun memperingatkan publik dunia agar tidak tertipu oleh citra yang ditampilkan militer Israel di depan media.
Baca Juga: Prancis Larang Menteri Israel Masuk Negaranya usai Video Aktivis Flotilla Gaza Viral
“Lihat apa yang mereka lakukan di depan kamera belum seberapanya dibandingkan dengan apa yang mereka lakukan di balik kamera,” tegas Maimon.
Lebih lanjut, Maimon memaparkan bahwa Israel menggunakan sistem detention administration atau penahanan administratif untuk melegalkan penyekapan warga Palestina tanpa proses hukum yang jelas.
Sistem ini memungkinkan siapa saja dipenjara selama enam bulan tanpa alasan hukum yang sah.
“Karena ada satu sistem, detention administration (penahanan administratif) di mana boleh dipenjara enam bulan tanpa klausul apa pun. 9 ribu lebih saat ini dalam penjara, 400 di antaranya adalah anak-anak, lebih dari 200 adalah perempuan dan semua mengalami penyiksaan yang di luar batas kemanusiaan,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur
-
Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres
-
'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel
-
Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi
-
Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan
-
Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks
-
Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia