Lifestyle / Female
Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:29 WIB
Ilustrasi Jadwal Menstruasi (unsplash/reggina jandreck)
Baca 10 detik
  • Stigma dan minimnya akses informasi menstruasi di Indonesia meningkatkan risiko masalah kesehatan reproduksi serta penularan infeksi menular seksual.
  • AHF Indonesia dan Kementerian Sosial menggelar edukasi kesehatan menstruasi di Jakarta pada 25 Mei 2026 untuk para remaja.
  • Literasi kesehatan yang baik mampu memperkuat kemandirian remaja dalam menjaga kebersihan diri serta mencegah berbagai risiko sosial berbahaya.

Selain meningkatkan akses terhadap produk dan fasilitas sanitasi yang layak, upaya menghapus stigma menstruasi juga menjadi langkah penting. Menstruasi merupakan proses biologis yang normal dan seharusnya dapat dibicarakan secara terbuka tanpa rasa malu maupun diskriminasi. 

Lingkungan yang mendukung akan membantu remaja memperoleh informasi yang benar dan mencari pertolongan ketika menghadapi masalah kesehatan reproduksi.

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Menstruasi yang diperingati setiap 28 Mei, AIDS Healthcare Foundation (AHF) Indonesia bersama Kementerian Sosial RI menggelar kegiatan edukatif di Sentra Handayani, Jakarta, pada 25 Mei 2026. 

Kegiatan tersebut melibatkan siswa sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas dari Sekolah Rakyat Sentra Handayani dan Sentra Mulya Jaya. Acara dikemas melalui edukasi kesehatan reproduksi perempuan, hiburan bagi remaja, sesi kuis berhadiah, serta disiarkan secara langsung melalui kanal media sosial. 

Melalui kegiatan ini, AHF Indonesia ingin mendorong peningkatan kesadaran mengenai kesehatan menstruasi, mengurangi stigma yang masih melekat di masyarakat, sekaligus memperkuat pemahaman remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan mencegah HIV sejak usia dini.

Load More