Lifestyle / Komunitas
Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:15 WIB
Ilustrasi Haji Mabrur (Freepik)
Baca 10 detik
  • Musim Haji 2026 telah berakhir, dan banyak umat Islam mulai mencari tahu tanda-tanda haji mabrur.
  • Haji mabrur merupakan tujuan utama ibadah haji karena memiliki keutamaan dan balasan yang sangat besar di sisi Allah SWT.
  • Menurut hadis dan penjelasan ulama, haji mabrur dapat dikenali dari perubahan perilaku, akhlak, serta meningkatnya kualitas keimanan setelah pulang dari Tanah Suci.

1. Santun dalam Bertutur Kata (Thayyibul Kalam)

Salah satu tanda haji mabrur adalah kemampuan menjaga lisan dan membiasakan diri berkata baik kepada orang lain.

Orang yang hajinya mabrur akan lebih berhati-hati dalam berbicara, menghindari perkataan kasar, fitnah, ghibah, maupun ucapan yang dapat menyakiti hati sesama.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa kemabruran haji ditandai dengan "thayyibul kalam" atau perkataan yang baik.

Karena itu, perubahan sikap dalam bertutur kata menjadi salah satu bukti bahwa nilai-nilai ibadah haji benar-benar membekas dalam kehidupan seseorang.

2. Menebarkan Kedamaian (Ifsya'us Salam)

Ciri berikutnya adalah gemar menebarkan salam, kedamaian, dan rasa aman kepada lingkungan sekitar.

Seseorang yang memperoleh haji mabrur tidak hanya fokus pada ibadah pribadi, tetapi juga berusaha menghadirkan ketenangan dan kasih sayang bagi orang lain.

Sikap ini dapat terlihat dari kebiasaan menghormati sesama, menghindari permusuhan, serta menjaga hubungan baik dengan keluarga maupun masyarakat.

Baca Juga: 5 Artis Ini Sudah Naik Haji Berkali-kali, Ada yang Berhaji Sampai 33 Kali

Kehadirannya membawa manfaat dan kenyamanan sehingga orang lain merasa dihargai dan diperlakukan dengan baik.

3. Memiliki Kepedulian Sosial yang Tinggi (Ith'amut Tha'am)

Rasulullah SAW juga menyebutkan bahwa tanda haji mabrur adalah suka memberi makan dan membantu orang lain yang membutuhkan.

Sikap dermawan ini menunjukkan bahwa ibadah haji telah melahirkan rasa empati serta kepedulian yang lebih besar terhadap kondisi sesama.

Orang yang hajinya mabrur tidak segan berbagi rezeki, membantu fakir miskin, maupun meringankan kesulitan orang lain sesuai kemampuannya.

Ia memahami bahwa kebahagiaan tidak hanya dirasakan sendiri, tetapi juga dengan menghadirkan manfaat bagi banyak orang.

4. Tidak Melakukan Maksiat, Baik Fisik maupun Batin

Tanda lain dari haji mabrur adalah semakin menjauhi perbuatan maksiat dan dosa setelah pulang dari Tanah Suci.

Ia berusaha menjaga diri dari perbuatan yang dilarang Allah SWT, baik yang terlihat secara fisik maupun yang tersembunyi dalam hati seperti iri, dengki, dan kebencian.

Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang berhaji tanpa berkata kotor dan tanpa berbuat fasik akan kembali seperti bayi yang baru dilahirkan, yakni bersih dari dosa.

Karena itu, konsistensi dalam menjaga perilaku dan meningkatkan ketakwaan menjadi salah satu indikator penting dari kemabruran haji seseorang.

Load More