- Direktur Utama Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan, ditahan Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan perjalanan umrah jemaah.
- Sebanyak 128 calon jemaah mengalami kerugian Rp12,145 miliar karena pihak travel tidak merealisasikan keberangkatan paket umrah mereka.
- Penyelidikan mengungkapkan adanya indikasi skema gali lubang tutup lubang yang merugikan ratusan korban di Jakarta Selatan.
Sebelum kasus ini meledak, Hanania Group dikenal sebagai travel umrah premium yang sering dipakai selebriti dan kalangan menengah atas. Citra mewah ini membuat banyak orang percaya dan rela membayar biaya paket yang relatif tinggi.
Kini, reputasi tersebut hancur dan menjadi pelajaran bagi calon jemaah umrah untuk lebih teliti memilih travel resmi berizin.
6. Mediasi Gagal dan Korban Geruduk Kantor
Sebelum melapor ke polisi pada 28 Mei 2026, para korban sempat melakukan mediasi dengan pihak Hanania. Mediasi berlangsung alot dan ricuh, bahkan berujung pada penggerudukan kantor.
Karena tidak ada kesepakatan soal pengembalian dana maupun jadwal baru, para korban akhirnya membawa kasus ini ke ranah hukum.
7. Potensi Kerugian Lebih Besar dan Implikasi Hukum
Meski laporan awal menyebut 128 korban dengan Rp12 miliar, ada indikasi total jemaah yang terdampak mencapai lebih dari 300 orang dengan kerugian hingga puluhan miliar.
Mitra agen Hanania juga dilaporkan mengalami kerugian miliaran. Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap biro perjalanan umrah oleh Kementerian Agama dan Otoritas Jasa Keuangan.
Kasus Hanania Travel menjadi bukti bahwa ibadah suci seperti umrah tidak luput dari praktik kecurangan bisnis. Bagi calon jemaah, disarankan selalu memilih travel yang terdaftar resmi di Kemenag, meminta bukti pemesanan tiket dan hotel secara transparan, serta tidak mudah tergiur paket murah yang terlalu menggiurkan.
Baca Juga: Kronologi Kasus Penipuan Umrah Hanania Travel, Berapa Total Kerugiannya?
Hingga saat ini, penyidikan penipuan travel oleh Hanania Travel masih berlanjut. Masyarakat berharap agar Ahmad Syah Farhan dan pihak terkait dimintai pertanggungjawaban secara maksimal, serta dana korban dapat dikembalikan semaksimal mungkin.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Final Piala Dunia 2026 Argentina Tantang Spanyol: Messi vs Generasi Emas La Roja
-
Comeback Gila Argentina! Lautaro Martinez Hancurkan Mimpi Inggris
-
Kylian Mbappe Blak-blakan: Taktik Deschamps Bikin Prancis Gagal ke Final Piala Dunia
-
Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris
-
Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI