- PepsiCo Indonesia menerapkan strategi keberlanjutan melalui penguatan sektor pertanian, edukasi gizi, dan pengelolaan lingkungan untuk membangun ketahanan pangan.
- Program Kebun Komunitas di Kabupaten Bekasi memberikan pelatihan keterampilan budi daya, literasi keuangan, serta ekonomi bagi masyarakat sekitar.
- Pendampingan petani kentang serta pengelolaan limbah kemasan perusahaan berhasil meraih penghargaan TOP CSR Awards tahun 2026.
Suara.com - Ketahanan pangan sering kali dipahami sebatas upaya meningkatkan hasil panen. Padahal, persoalan pangan jauh lebih kompleks, mulai dari kemampuan petani menghasilkan bahan baku, akses masyarakat terhadap pangan bergizi, hingga pengelolaan limbah agar sumber daya tetap berkelanjutan.
Pendekatan yang menghubungkan seluruh rantai tersebut kini semakin banyak diterapkan dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Salah satunya dilakukan PepsiCo Indonesia melalui sejumlah inisiatif yang menggabungkan penguatan sektor pertanian, edukasi gizi, hingga pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari strategi keberlanjutannya.
Director of Government Affairs, Corporate Communications, and Sustainability PepsiCo Indonesia, Gabrielle Angriani Johny, mengatakan ketahanan pangan tidak bisa dibangun hanya dari satu sisi.
Menurutnya, masyarakat perlu memiliki akses terhadap pengetahuan, keterampilan, dan peluang ekonomi agar mampu menciptakan sistem pangan yang lebih mandiri.
Salah satu program yang dikembangkan adalah Kebun Komunitas Desa Sukamahi di Kabupaten Bekasi.
Program ini dirancang sebagai pusat pembelajaran berbasis masyarakat yang mengajarkan berbagai keterampilan, mulai dari budidaya sayuran, hidroponik, budi daya ikan lele, literasi keuangan, kewirausahaan, hingga edukasi gizi keluarga.
Dalam enam bulan pelaksanaannya, kebun komunitas tersebut telah menyelenggarakan 11 pelatihan yang diikuti 321 peserta. Sekitar 80 persen pesertanya merupakan perempuan, yang diharapkan menjadi motor penggerak ketahanan pangan di tingkat keluarga.
Tak hanya menjadi sarana belajar, kebun tersebut juga menghasilkan panen sayuran dan ikan lele yang dimanfaatkan untuk konsumsi warga maupun dijual sebagai tambahan penghasilan.
Baca Juga: Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan
Ke depan, program ini akan dikembangkan dengan melibatkan Posyandu untuk mendukung upaya pencegahan stunting, peningkatan gizi masyarakat, serta pemberdayaan perempuan.
Selain membangun ketahanan pangan di tingkat masyarakat, PepsiCo Indonesia juga memperkuat sisi hulu melalui Lay's Grower Connect, program pendampingan petani kentang di Garut, Kabupaten Bandung, dan Bandung Barat.
Melalui pelatihan praktik pertanian berkelanjutan, petani didorong menggunakan pupuk secara lebih efisien sehingga produktivitas meningkat tanpa mengabaikan aspek lingkungan.
Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan rantai pasok pangan yang lebih tangguh sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Di sisi lain, perusahaan juga menjalankan program edukasi di sekolah sekitar wilayah operasional melalui renovasi fasilitas belajar, perpustakaan, UKS, sarana olahraga, hingga penyediaan perangkat pendukung pembelajaran.
Aspek lingkungan pun menjadi bagian dari strategi tersebut, termasuk melalui pengumpulan dan pendaurulangan sampah kemasan pascakonsumsi sebagai bagian dari upaya mengurangi limbah plastik.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Mandy CJ Gelar Pameran Tunggal The Way Back, Jadikan Seni sebagai Jembatan Toleransi
-
Ivan Gunawan hingga Ruben Onsu Bicara Soal Reset Hidup: Bukan Sekadar Mengejar Kesuksesan
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan 15 Juli 2026, Nasib Berangsur Membaik
-
Fantastica, Saat Imajinasi Tanpa Batas Menjadi Inspirasi Baru Fashion Indonesia
-
Flek Hitam di Wajah karena Apa? Ini 3 Krim Malam untuk Memudarkan Sesuai Review Pembeli
-
3 Zodiak Paling Beruntung Besok 15 Juli 2026, Keinginan Lama Akhirnya Terwujud
-
11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
-
Primer atau Skin Tint Dulu? Panduan Lengkap untuk Makeup Flawless
-
Sunscreen untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat Apa Saja? Ini 3 Rekomendasi dan Review-nya
-
Moisturizer Apa yang Bagus untuk Mencerahkan? Ini 5 Rekomendasi Terbaik sesuai Review dan Harga