Ia mengaku masih sering menemukan praktik jual beli satwa yang dianggap biasa oleh masyarakat, padahal sebagian di antaranya melanggar aturan.
“Salah satu isu lingkungan yang kurang dapat perhatian tapi dampaknya besar itu terkait perdagangan satwa liar di online. Bahkan banyak orang itu nggak sadar kalau itu ilegal,” katanya.
Di saat yang sama, ia juga melihat rendahnya literasi masyarakat mengenai kekayaan hayati Indonesia.
Padahal, Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat keanekaragaman hayati terbesar di dunia.
Menurut Mudi, banyak orang belum memahami bahwa keberadaan satwa dan tumbuhan bukan sekadar bagian dari alam, tetapi memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
“Jadi masyarakat ini mungkin jarang tahu kalau Indonesia itu sebenarnya kaya banget terhadap satwa dan tumbuhan. Makanya salah satu yang kuangkat adalah terkait pengenalan satwa-satwa tumbuhan dan hewan yang ada di Indonesia,” ujarnya.
Mengubah Konten Menjadi Ajakan Bertindak
Untuk menjangkau lebih banyak orang, Mudi memilih mengemas pesan konservasi dengan pendekatan yang lebih ringan.
Ia menggunakan format konten yang mengikuti tren media sosial, visual yang mudah dipahami, dan bahasa yang dekat dengan audiens muda.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Modal: Pemberdayaan yang Membantu Masyarakat Prasejahtera Menjauh dari Rentenir
Menurutnya, tujuan edukasi bukan membuat isu terdengar rumit, tetapi membuat masyarakat memahami mengapa isu tersebut penting.
“Kita pakai tren-tren yang Gen Z banget. Bahasanya enggak kaku, jangan sampai pakai bahasa yang tinggi dan sulit dimengerti. Agar masyarakat itu paham terhadap isu yang disampaikan, bukan agar terlihat keren kitanya,” jelasnya.
Namun bagi Mudi, informasi saja tidak cukup. Ia selalu berusaha menutup kontennya dengan ajakan tindakan yang konkret dan mudah dilakukan.
Mulai dari membawa wadah makan sendiri, menggunakan botol isi ulang, hingga mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Aku sering kasih contoh-contoh hal kecil yang sebenarnya bisa mereka lakukan dan itu membantu menjaga lingkungan secara enggak langsung. Di akhir konten pasti ada call to action, apa yang harus dilakukan,” tuturnya.
Dari Konten ke Kebiasaan Baru
Di tengah anggapan bahwa media sosial identik dengan hiburan dan distraksi, Mudi melihat peluang lain: menjadikannya ruang untuk membangun kebiasaan baru.
Sebab menurutnya, menjaga lingkungan tidak selalu dimulai dari aksi besar. Terkadang, perubahan hadir dari satu kebiasaan kecil yang terus diulang, dan satu konten yang membuat seseorang berhenti sejenak untuk berpikir ulang tentang caranya hidup.
Penulis: Natasha Suhendra
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove Bersama Petani Lokal
-
Tangsel Darurat Kekerasan Anak: 118 Kasus Terdata, 34 Pencabulan Menyasar Siswa Laki-laki
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Libatkan Kelompok Tani Lokal untuk Pulihkan Ekosistem Pesisir
-
Kasus Kekerasan Anak di Kota Tangsel 2026 Meningkat
-
Sinopsis Meitantei no Mama de Ite, Drama Jepang Dibintangi Yoshikawa Ai
-
Tips Memilih Warna Bedak sesuai Warna Kulit untuk Makeup Flawless
-
3 Kombinasi Ombre Wardah Staylock Lip Matte Sesuai Undertone Kulit, Tahan 20 Jam Tanpa Crack!
-
Tekan Biaya Produksi, Pemerintah Resmi Beri Bea Masuk 0 Persen untuk Sektor Ini
-
Nabila Gardena Mendadak Viral Dikaitkan Koruptor Alwin Albar, Ini Sosoknya
-
Apa Itu Tender Rakyat? Skema Baru Program Bedah Rumah yang Diklaim Lebih Transparan