Penjelasan ilmiahnya cukup sederhana: sinar matahari yang seharusnya memicu reaksi pada plastik justru lebih dulu bereaksi dengan zat-zat lain yang berada di air.
“Air dengan ion terlarut dan bahan organik yang mengambang di sekitarnya membuat sinar matahari bereaksi dengan komponen-komponen tersebut. Jadi, komponen-komponen itu bersaing dengan plastik untuk mendapatkan reaksi yang dipicu oleh sinar matahari,” jelas Ludmilla.
Akibatnya, molekul reaktif yang diperlukan untuk mempercepat kerusakan plastik menjadi lebih sedikit tersedia.
Efek lanjutan dari proses ini juga penting. Ketika fotodegradasi melambat, mikroorganisme yang biasanya melanjutkan proses penguraian biologis ikut kehilangan kesempatan untuk bekerja secara optimal.
Dengan kata lain, plastik bukan hanya sulit terurai—tetapi lingkungan perairan juga secara tidak langsung membantu memperpanjang umur plastik tersebut.
Mengapa temuan ini penting?
Temuan ini mengubah cara pandang terhadap pencemaran plastik. Selama ini, proses alami seperti paparan sinar matahari kerap dianggap dapat membantu mengurangi akumulasi sampah di perairan. Penelitian ini menunjukkan bahwa mekanisme tersebut mungkin bekerja jauh lebih lambat daripada yang diperkirakan.
Artinya, mengandalkan alam untuk “membersihkan” plastik bukan strategi yang cukup. Pengurangan plastik sekali pakai, perbaikan sistem pengelolaan sampah, serta pengembangan material yang lebih mudah terurai tetap menjadi langkah yang lebih menentukan dibanding menunggu sinar matahari menyelesaikan persoalan yang terus bertambah setiap hari.
Penulis: Natasha Suhendra
Baca Juga: Lautan Eceng Gondok Selimuti Permukaan Sungai Citarum
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular