- Wakil Ketua BEM UI, Fatimah Azzahra, mengkritisi kebijakan Program Makan Bergizi Gratis dalam diskusi publik bersama Partai Gerindra.
- Fatimah menekankan bahwa pemerintah harus memprioritaskan perbaikan akses pendidikan dan infrastruktur dasar di daerah sebelum menjalankan program tambahan.
- Pernyataan kritis tersebut memicu perdebatan luas di media sosial mengenai efektivitas prioritas pembangunan nasional bagi anak-anak Indonesia.
Suara.com - Nama Fatimah Azzahra menjadi sorotan publik setelah tampil dalam diskusi mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong.
Perempuan yang menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) periode 2026 itu menarik perhatian karena argumentasinya yang kritis terkait prioritas pembangunan nasional.
Pernyataannya dalam forum tersebut viral di media sosial dan memicu perdebatan mengenai hubungan antara pemenuhan gizi anak dan akses pendidikan di daerah tertinggal.
Sejak saat itu, banyak masyarakat yang mencari informasi mengenai siapa sebenarnya Fatimah Azzahra yang kini menjadi salah satu pimpinan organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia tersebut.
Adu Argumen soal Program Makan Bergizi Gratis
Nama Fatimah Azzahra ramai diperbincangkan setelah terlibat dalam diskusi yang membahas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong.
Dalam forum tersebut, Bahtra menjelaskan bahwa MBG tidak hanya bertujuan untuk mengatasi persoalan stunting atau kekurangan gizi pada anak. Menurutnya, program tersebut juga memiliki dampak ekonomi yang luas karena melibatkan berbagai sektor usaha dan masyarakat.
Ia menyebut para petani, peternak, nelayan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut memperoleh manfaat dari rantai pasok kebutuhan pangan untuk ribuan dapur MBG yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia.
Selain itu, Bahtra juga menyoroti kondisi anak-anak di daerah kepulauan yang masih harus berangkat ke sekolah dalam keadaan lapar. Menurutnya, program tersebut dapat membantu memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi sehingga mereka dapat belajar dengan lebih baik.
Menanggapi pandangan tersebut, Fatimah Azzahra menyampaikan perspektif berbeda. Ia menilai masih terdapat persoalan mendasar yang perlu menjadi perhatian pemerintah sebelum menghadirkan program tambahan seperti MBG.
Baca Juga: Ahli Pendidikan Tolak Adanya MBG: Lebih dari 2 Juta Pegawai Kantin Tergusur karena Program Ini
Menurut Fatimah, akses pendidikan dan infrastruktur dasar di sejumlah daerah masih menjadi tantangan besar yang harus segera diselesaikan. Ia mencontohkan masih adanya anak-anak yang kesulitan mengakses sekolah karena kondisi jalan yang rusak, jarak tempuh yang jauh, hingga keterbatasan fasilitas pendidikan.
"Saya rasa tadi sudah bahkan disebutkan ya, bahwa ada sesuatu yang lebih genting sebetulnya dari mengisi perut lapar, yaitu bagaimana anak-anak di daerah yang akses pada sekolahnya itu masih terhambat," ujarnya.
Fatimah juga menegaskan bahwa kebutuhan dasar dan standar pelayanan publik harus dipenuhi terlebih dahulu agar berbagai program tambahan dapat berjalan lebih efektif.
"Sebelum kita memberikan yang tambahan-tambahannya, additionalnya yaitu dari bentuk MBG ini makan bergizi gratis, apa yang wajib-wajib dan standarnya perlu dipenuhi dulu," lanjutnya.
Pernyataan tersebut kemudian menyebar luas di media sosial. Banyak warganet memberikan apresiasi terhadap keberanian dan kemampuan Fatimah dalam menyampaikan kritik secara terbuka dalam ruang diskusi publik.
Profil Fatimah Azzahra, Wakil Ketua BEM UI 2026
Fatimah Azzahra merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Ia menempuh pendidikan pada program Sarjana Kedokteran Universitas Indonesia sejak Juli 2023 hingga 2027.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis